Indikator: Ada Mantan Ketum Partai Bilang ‘Sekarang Politik Uang di RI Nomor 1'
·waktu baca 1 menit

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, membeberkan hasil surveinya pada tahun 2014 terkait politik di Indonesia. Salah satunya menunjukkan Indonesia adalah negara nomor 3 dengan praktik politik uang terbesar di dunia.
“Kita hanya kalah dibanding Uganda dan Benin. Ini tentu bukan prestasi yang patut kita banggakan,” ujarnya dalam acara diskusi tentang RUU Pemilu di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat pada Senin (19/5).
Lalu ia pun bercerita, pada tahun 2024, ada seorang mantan ketua umum partai meneleponnya mengenai surveinya itu.
“(Katanya) ‘Mas Burhan, Anda harus mengoreksi temuan tahun 2014’. Saya tanya ‘kenapa Pak Ketum?’,” ucapnya.
“Karena berdasarkan evaluasi dan observasi saya, tahun 2024 Indonesia bukan lagi nomor 3 di dunia, tapi nomor 1 sedunia’,” sambungnya sambil sedikit tertawa.
Namun tak disebut siapa ketum parpol yang dimaksud.
Burhanuddin kemudian menjelaskan, dalam temuannya di tahun 2014 itu, 3 dari 9 pemilih mengaku memilih karena politik uang.
“Itu yang ngaku ya. Itu membuat banyak caleg terutama yang punya latar belakang non saudagar itu kalah bertarung. Terutama dalam konteks internal,” ujarnya.
“Jadi, tingkat politik uang kita 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia,” sambungnya.
