Indikator: Elektabilitas Anies Turun karena Prabowo Naik dan Kinerja Jokowi
·waktu baca 2 menit

Elektabilitas Anies Baswedan turun dalam survei Indikator yang dirilis Minggu (4/6) hari ini. Elektabilitas mantan Gubernur DKI itu dalam simulasi 3 nama turun sejak April 2023 (22,2%), lalu 5 Mei 2023 (21,8%), dan 30 Mei 2023 (18,9%).
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, menilai turunnya elektabilitas Anies karena faktor aktifnya tim Prabowo Subianto dan kinerja Presiden Joko Widodo.
"Anies trennya masih turun, bersamaan dengan peningkatan approval rating (tingkat kepuasan publik) Pak Jokowi tapi juga bersamaan dengan peningkatan suara Pak Prabowo," kata Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers virtual, Minggu (4/6).
Peningkatan suara Prabowo yang sebelumnya 24,2 persen menjadi 25,3 persen bukan hanya karena pengaruh Jokowi, tapi juga kinerja aktif tim Prabowo.
Jadi, Burhanuddin menyebut, penurunan elektabilitas Anies dipengaruhi dari dua sisi, yakni approval rating Jokowi dan basis Prabowo yang kini kembali.
"Faktanya basis Pak Prabowo yang sempat lari ke Anies sebagian sudah mulai balik ke kandang," lanjut Burhanuddin.
"Approval rating Presiden Jokowi yang terus meningkat dan itu membuat posisi Mas Anies tertekan karena di-framing sebagai capres yang menawarkan antitesa sehingga ketika approval Presiden Jokowi naik, maka semakin sedikit pemilih yang membeli narasi perubahan,"
- Burhanuddin.
Faktor lain yang membuat elektabilitas Anies turun adalah aktifnya tim Prabowo untuk mengembalikan basis yang sempat merapat ke Anies Baswedan.
"Membalik basis-basis lama yang sempat lari ke Anies Baswedan, contohnya Jabar dan Banten, sebelumnya kantung-kantungnya Mas Anies itu. Belakangan, balik lagi ke Prabowo Subianto," imbuh Burhanuddin.
