Indonesia Akan Bantu Turki hingga Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa

23 Februari 2023 13:01
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas mengecek bantuan korban gempa yang akan dikirimkan ke Turki dan Suriah di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengecek bantuan korban gempa yang akan dikirimkan ke Turki dan Suriah di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menko PMK Muhadjir Effendy memastikan pemerintah Indonesia akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Turki hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
Hal itu disampaikan Muhadjir usai mengunjungi pusat operasi tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) di Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turki, Rabu (22/2).
"Kita juga akan terus membantu sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, tentu saja itu apabila diperlukan oleh pemerintah Turki, dan tadi pemerintah Turki juga berharap memang kita juga masih ambil peran pada saat tahap berikutnya itu," kata Muhadjir dalam keterangannya, Kamis (23/2).
Muhadjir mengatakan telah bertemu dengan Menteri Kesehatan Turki untuk memastikan seluruh bantuan dari pemerintah Indonesia, baik berupa bantuan personel maupun medis, diterima dengan baik. Demikian juga dengan bantuan logistik, peralatan, hingga makanan bagi para korban gempa.
Menko PMK Muhadjir Effendy bersama delegasi Indonesia lainnya mengunjungi pusat operasi Tim INASAR di Kota Antakya, Hatay, Turki, Rabu (22/2/2023). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy bersama delegasi Indonesia lainnya mengunjungi pusat operasi Tim INASAR di Kota Antakya, Hatay, Turki, Rabu (22/2/2023). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
"Pemerintah Turki masih berharap ada bantuan terutama untuk vaksin dan serum tetanus dan rabies, dan tadi saya janji akan segera saya sampaikan kepada Bapak Presiden untuk selanjutnya keputusan tentu saja nanti di tangan Bapak Presiden," jelasnya.
Selain permintaan vaksin dan serum, pemerintah Turki juga meminta bantuan terkait pembangunan rumah warga terdampak pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti. Untuk itu, Muhadjir mengatakan pemerintah akan mengundang pihak swasta Indonesia agar bisa berpartisipasi.
"Kita akan tunggu dari pemerintah Turki apa saja yang masih dibutuhkan. Tadi juga meminta nanti pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi terutama housing, permintaan untuk bantuan perumahan dan kita akan coba nanti kita undang seluruh pihak swasta di samping pemerintah untuk bergabung bersama-sama, tapi apakah jenis bantuan nanti akan kita konsultasikan dulu kepada pemerintah terutama kepada Bapak Presiden," tuturnya.
Dalam peninjauan di pusat operasi INASAR, Muhadjir didampingi Kepala BNPB Suharyanto dan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal menyapa langsung personel yang telah bertugas di Turki sejak 12 Februari 2023. Para personel SAR Indonesia juga sempat menunjukkan kemampuannya di hadapan delegasi pemerintah.
"Saya sangat terkesan dengan apa yang dilakukan di sini dan telah melakukan kerja-kerja nyata termasuk menemukan korban hidup maupun korban yang sudah meninggal dan ini tugas-tugasnya akan segera berakhir karena akan segera diganti dengan tugas menuju ke arah rehabilitasi dan rekonstruksi," ungkap Muhadjir.
Menurut Muhadjir, operasi SAR dan kemanusiaan di Turki dan Suriah merupakan operasi terbesar yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia di luar negeri.
"Ini adalah operasi SAR dan humanitarian, operasi kemanusiaan terbesar yang pernah kita lakukan dengan lengkap dan sudah kita kirim empat pesawat untuk mengirim baik untuk Turki maupun Suriah dan kita akan berlanjut untuk bantuan-bantuan berikutnya," pungkasnya.