Indonesia & Malaysia Teken 10 Kerja Sama di Bidang Pendidikan Tinggi, Apa Saja?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin dalam sesi penandatanganan 10 MoU kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023). Foto: Kedutaan Besar Malaysia
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin dalam sesi penandatanganan 10 MoU kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023). Foto: Kedutaan Besar Malaysia

Pemerintah Indonesia dan Malaysia semakin meningkatkan kerja sama di sektor pendidikan tinggi. Kerja sama ini tercantum dalam penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU), nota perjanjian (MoA), dan nota kerja sama (MoC) antara kedua negara.

Sesi penandatanganan kerja sama itu dihadiri secara langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin di Jakarta, pada Selasa (18/7).

Kegiatan tersebut adalah agenda utama dalam kunjungan kerja perdana Khaled Nordin sebagai Menteri Pendidikan Tinggi ke Indonesia, yang berlangsung pada 16 hingga 18 Juli 2023.

"Saya telah hadir menyaksikan Sesi Pertukaran Memorandum Perjanjian (MoA), Memorandum Kesepahaman (MoU) dan Memorandum Kerja Sama (MoC) antara Malaysia dan Indonesia di Jakarta, Indonesia, hari ini," kata Khaled Nordin.

Dia menambahkan, kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia memang bukan hal baru. Namun, kesepakatan yang ditandatangani tersebut menjadi tonggak era baru kerja sama antara kedua negara.

Menteri Pendidikan Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin dalam sesi penandatanganan 10 MoU di kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023). Foto: Kedutaan Besar Malaysia

Sementara fokus utama dari penandatangan MoA, MoU, dan MoC itu adalah kerja sama di sektor pendidikan tinggi — khususnya di bidang kedokteran, sains, dan teknologi.

"Wilayah pengembangan penelitian dan inovasi tidak hanya akan berdampak ke institusi pendidikan tinggi di Malaysia [saja], bahkan akan memberikan manfaat kepada mahasiswa di kedua negara," tutur Khaled Nordin.

Lebih lanjut, ke-10 penandatangan MoU, MoA, dan MoC tersebut disepakati antara instansi, perusahaan, dan universitas kedua negara dalam berbagai bidang.

Pertama, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menyepakati MoU dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempromosikan kerja sama dalam penyelidikan, penelitian, pelatihan, dan pembangunan.

Menteri Pendidikan Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin (tengah) dalam sesi penandatanganan 10 MoU kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023). Foto: Kedutaan Besar Malaysia

Kedua, penandatanganan MoC antara Majlis Profesor Negara (MPN) dengan Forum Guru Besar Indonesia (FGBI) yang menyetujui kerja sama untuk mewujudkan 17 agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain itu, terdapat pula penandatanganan kerja sama antara lembaga pendidikan Malaysia dengan universitas ternama di Indonesia.

Contohnya, seperti MoA antara Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang bertujuan untuk menghasilkan 250 lulusan doktor di bidang pengobatan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Tujuan itu tercantum pula dalam program kerja sama Ijazah Doktor Pengobatan UKM-UNPAD yang sudah terjalin sejak 2006.

Selain dengan UNPAD, UKM juga menyepakati kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menghasilkan 3.000 sarjana dan pascasarjana dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Menteri Pendidikan Malaysia Dato' Seri Mohamed Khaled Nordin dalam sesi penandatanganan 10 MoU di kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Berikut ini adalah rincian kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan institusi lain yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia:

  • MoU antara Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan PT Tracol Asia untuk membuka Pusat Pesisir (Offshore Center) UKM di Jakarta.

  • MoA antara Universiti Utara Malaysia (UUM) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang mempersingkat waktu studi untuk program magister.

  • MoA antara Universiti Utara Malaysia (UUM) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya untuk memperoleh dua gelar magister dari kedua universitas.

  • MoU antara Universiti Malaya dengan Universitas Negeri Malang (UNM) untuk bekerja sama di bidang ilmu sains, sumber daya manusia, fasilitas penelitian, dan sebagainya.

  • MoU antara Agensi Kelayakan Malaysia (MQA) dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk memperluas akses pendidikan di wilayah setempat dan meningkatkan kualifikasi akademiknya masing-masing.

  • MoU antara Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dengan Institut Teknologi PLN (IT PLN) untuk bekerja sama dan berkontribusi di kawasan ASEAN demi mencapai target Net Zero Emission pada 2050.

Era baru kerja sama di bidang pendidikan tinggi yang menelan anggaran sedikitnya RM 10 juta (Rp 33 miliar) ini, kata Khaled Nordin, dapat menjadi awalan yang baik untuk investasi di masa depan.

"Saya yakin hubungan baik antara kedua negara, kesetaraan bahasa dan budaya, biaya pendidikan yang terjangkau dan berkualitas pendidikan universitas adalah salah satu keunggulan Malaysia yang terus berlanjut, tujuan utama pilihan pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi," tutup dia.