Indonesia Berduka: 491 Dokter Wafat karena Corona, 63 Orang Hanya dalam 2 Pekan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang tenaga kesehatan membersihkan diri usai bertugas merawat pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa(15/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tenaga kesehatan membersihkan diri usai bertugas merawat pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa(15/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Penularan COVID-19 tak memandang latar belakang korban. Siapa pun dapat terpapar, terlebih para tenaga kesehatan yang kesehariannya melayani pasien corona dengan risiko paparan yang tinggi.

Dari setiap kabar kasus kematian corona, kerap kali terselip para dokter. Berdasarkan data Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga 12 Juli 2021, tercatat 491 dokter gugur selama pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 264 di antaranya merupakan dokter umum, 221 dokter spesialis, dan bahkan 6 dokter residen.

Setelah dokter umum, dokter spesialis terbanyak yang terdata meninggal adalah spesialis obstetri dan ginekologi sebanyak 39 orang. Kemudian dokter spesialis ilmu penyakit dalam (IPD) 39 orang dan spesialis anak sebanyak 24 dokter.

Petugas mendorong alat ultra violet saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Tim Mitigasi IDI menyebut, dokter yang meninggal paling banyak berasal dari Jatim sebanyak 102 orang. Lalu DKI Jakarta sebanyak 76 dokter, Jawa Tengah 73 dokter, Jawa Barat 63 dokter, dan Sumatera Utara 38 dokter.

Masih merujuk data Tim Mitigasi IDI, dokter yang meninggal paling banyak di bulan Januari dan Juli 2021. Pada Januari 2021, sebanyak 65 dokter meninggal. Sedangkan pada periode Juli, baru tanggal 14, sudah 63 dokter meninggal.

Artinya, kasus kematian dokter paling tinggi ketika terjadi lonjakan penularan corona secara nasional.

"Semoga pandemi ini cepat berakhir. Jangan lelah untuk menerapkan protokol kesehatan karena menjadi tanggung jawab kita bersama dalam membantu menyelesaikan pandemi ini," tulis Tim Mitigasi IDI di akun Instagramnya.