Indonesia Kutuk Serangan Biadab Israel ke Sekolah Tempat Pengungsian di Gaza

Indonesia mengutuk keras serangan Israel terhadap sekolah-sekolah yang dijadikan tempat pengungsian di Gaza pada Sabtu (6/7) dan Minggu (7/7). Setidaknya 20 orang tewas imbas dua serangan tersebut.
"Indonesia kutuk keras serangan biadab Israel terhadap sekolah Al-Jaouni di kamp pengungsi Nuseirat yang dioperasikan UNRWA di Gaza Tengah (6/7)," tulis akun Kemlu RI lewat platform X, Senin (8/7).
"Kekejaman serta pelanggaran hukum internasional terus dilakukan oleh Israel dan korban jiwa sipil terus berjatuhan. Apakah seluruh kekejian seperti ini masih belum cukup juga bagi DK PBB dan negara-negara pendukung Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel?" gugat Kemlu RI.
Reuters melaporkan, setidaknya 16 orang tewas dan lebih 50 terluka dalam serangan brutal Israel pada Sabtu. Informasi ini disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina.
Israel kembali menyerang sekolah yang dijadikan tempat pengungsian di Gaza pada Minggu malam. Akibatnya, empat orang tewas.
Serangan itu diakui Israel. Mereka berdalih kompleks sekolah tersebut merupakan tempat persembunyian militan dan menampung fasilitas manufaktur senjata Hamas.
Dikutip dari BBC, seorang pejabat senior pemerintahan Hamas, Ehab Al-Ghussein, termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara Israel tersebut.
Menurut seorang pejabat setempat, Ehab ditunjuk untuk mengelola urusan pemerintahan Hamas di Kota Gaza dan Gaza utara tiga bulan lalu.
Ehab Al-Ghussein adalah mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja di pemerintahan Hamas dan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri. Ia dianggap sebagai tokoh penting dalam kepemimpinan pemerintahan Hamas.
Tentara Israel menuding area sekolah tersebut sebagai tempat "teroris beroperasi dan bersembunyi".
Pasukannya mengeklaim telah mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalisasi risiko terhadap warga sipil.
Mereka menyebut hanya menargetkan kelompok bersenjata yang menggunakan daerah tersebut sebagai tempat persembunyian untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap negaranya.
Namun, saksi mata mengatakan serangan itu menargetkan Sekolah Keluarga Kudus di sebelah Gereja Keluarga Kudus. Sejumlah besar warga berlindung di gedung tersebut. Serangan udara menargetkan dua ruang kelas di lantai dasar.
