Indonesia Minta AS Tingkatkan Investasi di Pulau Terluar Seperti Natuna

29 Oktober 2020 12:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang wisatawan berdiri di atas gugusan batu granit di Geopark Tanjung Senubing, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wisatawan berdiri di atas gugusan batu granit di Geopark Tanjung Senubing, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
ADVERTISEMENT
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, tengah berkunjung ke Indonesia dalam rangka membahas visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan pertama, Pompeo menuju Kementerian Luar Negeri untuk bertemu dengan Menlu RI, Retno Marsudi, pada Kamis (29/10).
Retno menyatakan sempat berdiskusi beberapa hal dengan Pompeo, termasuk ekonomi. Ia menyampaikan permintaan kepada AS agar lebih meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di pulau-pulau terluar.
"Saya mendorong pebisnis AS untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia, termasuk untuk proyek di pulau terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna," ujar Retno dalam konferensi pers bersama Pompeo di Kemlu, Jakarta.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, Jakarta, Kamis (29/10). Foto: Kemlu RI
Kedua negara, kata Retno, juga sepakat memperkuat kerja sama ekonomi khususnya dalam memperkuat rantai pasokan global dan mempercepat pemulihan ekonomi yang terdampak corona.
"Berkaitan dengan hal tersebut, saya kembali menggarisbawahi pentingnya fasilitas GSP, yang tidak hanya membawa keuntungan bagi Indonesia, tapi juga bagi bisnis AS," ucap Retno.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, fasilitas sistem tarif preferensial umum (generalized system of preference/GSP) merupakan kebijakan AS yang meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang ke Negeri Paman Sam.