Indonesia Pakai Data Brasil dan China untuk Suntikan Vaksin Sinovac ke Lansia

Pemerintah Indonesia segera memulai vaksinasi corona. Rencananya kickoff dimulai pada 13 Januari dengan Presiden Jokowi sebagai pihak yang pertama disuntik.
Vaksin yang disuntikkan adalah vaksin Coronavac dari Sinovac. BPOM memastikan emergency use authorization (EUA) akan terbit sebelum 13 Januari.
Setelah Jokowi dan jajaran, kelompok pertama (Januari-April 2021) yang akan divaksinasi adalah tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan petugas layanan publik berusia 18-59 tahun. Setelah itu baru vaksin disuntikkan ke lansia di atas 60 tahun
Namun, yang menjadi persoalan uji klinis III di Bandung dilakukan ke masyarakat usia 18-59 tahun. Lalu, data apa yang akan digunakan BPOM untuk menerbitkan EUA khusus lansia?
Menurut Kepala BPOM Penny Lukito, izin untuk lansia akan menggunakan data uji klinis di Brasil dan China.
"Untuk lansia, Brasil memang uji klinik sampai fase III untuk kelompok di atas 59 tahun. Kami masih tunggu hasil uji untuk lansia ini, dan akan dipakai, tidak akan diulang lagi, apabila sudah aman jelas," kata Penny dalam jumpa pers virtual, Jumat (8/1)
"Untuk lansia kami tunggu hasilnya yang dilakukan di China untuk fase I dan II, dan Brasil fase III," tutur dia.
Ia menjelaskan, untuk masalah waktu tentu akan diteliti lebih lanjut soal efficacy dan keamanan untuk lansia.
"Mudah-mudahan tak terlalu lama berikan EUA pada lansia pada waktunya nanti," tutupnya.
