Indonesia Punya Biodiversity Tertinggi Ke-2 di Dunia Setelah Brasil

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati dengan indeks paling tinggi nomor dua di dunia setelah Brasil. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/8).

Menurut Hanif, biodiversity (keanekaragaman hayati) yang dimiliki Indonesia bisa saja hilang dan tak pernah kembali saat semakin banyak atau luasnya pembabatan hutan.

"Keanekaragaman hayati Indonesia dengan data yang paling minim pun kita dinyatakan negara dengan tingkat indeks biodiversity-nya paling tinggi nomor dua di dunia setelah Brasil. Brasil dulu nomor satu di angka 500-an, kita angkanya 418,78. Ini dengan data yang tidak detail atau belum detail," jelas Hanif di acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/8).

Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Apakah Bapak Ibu bisa bayangkan, hari ini ada 17 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit, di benak kita apa? Selain memproduksi minyak sawitnya, maka di benak kita ada 1 hektare kali 1 hektare, 1 hektare kali 17 ribu, itulah kemudian biodiversity kita yang hilang dan tidak akan pernah kembali lagi," sambungnya.

Hanif pun menegaskan konservasi keanekaragaman hayati merupakan kewajiban yang tak boleh ada penawaran di baliknya. Deforestasi jadi faktor lain yang bisa menjadi ancaman menurunnya keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Konservasi keanekaragaman hayati adalah kewajiban yang juga tidak bisa kita tawar-tawarkan. Perlu kita ketahui bersama bahwa ada beberapa isu aktual tentang keanekaragaman hayati yang hari ini kita hadapi yaitu mulai laju deforestasi kita, meskipun kita apresiasi pemerintah Republik Indonesia bahwa sejak tahun 2021 sampai hari ini tingkat deforestasi tahunannya menurun tajam," tutur Hanif.