Indonesia Punya Kapal Selam Baru dari Korsel

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Selam KRI Nagapasa (Foto: Dok. DSME)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Selam KRI Nagapasa (Foto: Dok. DSME)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sedang berada di Korea Selatan dalam rangka menghadiri Acara Ship Naming dan Peresmian Kapal Selam bernama KRI Nagapasa-403. Kehadiran kapal selam itu akan menambah kekuatan alutsista Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (3/8), Ship Naming dan Upacara Peresmian Kapal Selam KRI Nagapasa-403 dilaksanakan di Galangan Kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korsel, Rabu (2/8). Kapal Selam KRI Nagapasa-403 merupakan kapal selam diesel elektrik type 209/1400 kelas Chang Bogo pesanan pertama Indonesia kepada Korsel.

Untuk diketahui, Indonesia memesan tiga unit kapal selam ke Korsel dengan kesepakatan kerja sama transfer teknologi. Kapal selam pertama dan kedua dibangun di perusahaan pembuatan kapal Korsel, DSME, sedangkan kapal selam ketiga dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia, Surabaya bekerjasama dengan DSME Korsel.

KRI Nagapasa-403. (Foto: Dok. Kemhan)
zoom-in-whitePerbesar
KRI Nagapasa-403. (Foto: Dok. Kemhan)

Secara simbolis, peresmian penamaan kapal menjadi KRI Nagapasa – 403 dilakukan dengan pemecahan kendi oleh Ny Nora Ryamizard Ryacudu. Saat meresmikan KRI Nagapasa – 403 Menhan Ryamizard didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dan CEO DSME Mr Jeong Song Leep.

Penamaan Nagapasa pada kapal selam TNI AL diambil dari anak panah Indrajit yang dahsyat dan diyakini akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, melindungi kehormatan serta keselamatan bangsa dan menegakkan hukum di perairan Indonesia.

Menhan Ryamizard berharap, dengan masuknya kapal selam KRI Nagapasa – 403 ke jajaran TNI AL, diharapkan mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan dapat mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pada prinsipnya, tidak akan pernah terjadi sebuah pertahanan negara yang kuat tanpa ditopang oleh alutsista yang kuat.

Kepada komandan kapal dan para pengawak KRI Nagapasa – 403 Menhan menekankan agar kapal selam ini dapat dirawat dengan penuh tanggung jawab dengan memahami betul pengoperasian kapal secara tepat. TNI AL juga diminta mengadakan latihan terus menerus, bertahap dan berlanjut guna meningkatkan profesionalisme pengawak KRI Nagapasa – 403.

Turut mendampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat meresmikan KRI Nagapasa – 403 antara lain; Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI Abdul Muis, Dirjen Pothan Kemhan Dr Sutrimo S, Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Leonardi, Kapusada Baranahan Kemhan Marsma TNI Didi Dipo Issasongko, Karo TU Setjen Kemhan Brigjen TNI Ida Bagus Purwalaksana dan Karoum Setjen Kemhan Brigjen TNI Dessano Indrasakti.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Korsel (Foto: Dok. Kemhan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Korsel (Foto: Dok. Kemhan)

Tingkatkan Kerja Sama

Sehari sebelum menghadiri acara tersebut, Menhan berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Korsel Song Young-moo, Selasa (1/8) di kantor Kementerian Pertahanan Korsel, Seoul.

Dalam pertemuan Menhan RI dan Menhan Korsel tersebut, dibicarakan berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral kedua negara, khususnya kerja sama di bidang pertahanan. Beberapa hal diantaranya terkait kerja sama di bidang industri pertahanan khususnya dalam pembangunan kapal selam.

Menhan RI menyampaikan harapannya agar kerja sama Indonesia dan Korsel di bidang pertahanan yang sudah terjalin cukup lama perlu dipelihara dan terus ditingkatkan. Selain kerja sama pembangunan kapal selam, masih banyak potensi kerja sama yang harus dilakukan oleh kedua negara.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Korsel (Foto: Dok. Kemhan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Korsel (Foto: Dok. Kemhan)

“Mudah-mudahan kerja sama kedua negara dalam pembangunan kapal selam ini berjalan dengan baik. Kedepan kedua negara juga ingin membuat pesawat tempur, yang saat ini dalam proses dan diharapkan berjalan lancar. Inilah kepercayaan Indonesia kepada Korea Selatan”, ungkapnya.

Diungkapkannya, kerja sama kapal selam ini sangat penting sekali bagi Indonesia, karena bukan hanya membeli kapal selam, tapi di kemudian hari Indonesia juga diharapkan akan mampu membuat kapal selam sendiri.

Untuk perkembangan-perkembangan seterusnya, Indonesia akan memerlukan banyak kapal selam dengan kemajuan yang sedemikian rupa. “Ke depan Indonesia diharapkan dapat mengembangkan kapal selam sendiri. Karena Indonesia adalah negara kepulauan yang perlu banyak dijaga oleh kapal-kapal selam," tambahnya.