Indonesia Serahkan Rumah Sakit Lapangan untuk Bantu Korban Gempa ke Turki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Misi medis kedaruratan di Turki berakhir, pemerintah RI hibahkan rumah sakit lapangan. Foto: KBRI Ankara
zoom-in-whitePerbesar
Misi medis kedaruratan di Turki berakhir, pemerintah RI hibahkan rumah sakit lapangan. Foto: KBRI Ankara

Salah satu misi Medis Kedaruratan Pemerintah Indonesia demi membantu penangana korban gempa Turki berakhir pada Senin (27/2). Rumah sakit lapangan yang dibangun Indonesia diberikan ke Pemerintah Turki.

Serah terima hibah rumah sakit lapangan di kota Hassa, Hatay, dilakukan oleh Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, ke perwakilan Kementerian Kesehatan Turki, Arif Cetin.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga menyerahkan kembali 4 kontainer bantuan bahan makanan instan dari Kementerian Pertahanan RI.

Misi medis kedaruratan di Turki berakhir, pemerintah RI hibahkan rumah sakit lapangan. Foto: KBRI Ankara

“Hampir seluruh rumah sakit permanen di wilayah terdampak gempa sudah diaktifkan kembali. Namun keberadaan rumah sakit lapangan akan sangat membantu mengurangi beban rumah sakit yang ada," ucap Iqbal dalam pernyataan pers KBRI Ankara.

"Khususnya Rumah Sakit Lapangan Indonesia, dalam 10 hari terakhir paling tinggi jumlah pelayanannya dibandingkan dengan rumah sakit lapangan lainnya di Provinsi Hatay”, ujar Iqbal.

Rumah sakit lapangan yang dioperasikan oleh Misi Medis Kedaruratan Pemerintah Indonesia Ina-EMT terdiri dari 18 tenda pelayanan medis milik MDMC Muhammadiyah dan Kementerian Kesehatan serta 11 tenda pendukung milik BNPB, Polri dan TNI.

Keseluruhan fasilitas tersebut berlokasi di satu komplek di Kota Hassa, Provinsi Hatay. Provinsi tersebut paling terdampak oleh gempa berkekuatan 7.8 magnitudo yang terjadi pada 6 Februari 2023 lalu.

Rumah sakit lapangan Ina-EMT memiliki 119 personil dari unsur kementerian Kesehatan, MDMC Muhammadiyah, TNI, Polri, IDI dan asosiasi-asosiasi dokter spesialis.

Sejak mulai beroperasi penuh pada (15/2), rumah sakit lapangan Ina-EMT didatangi pasien melebihi kapasitas normalnya yang 150 pasien perhari. Di hari-hari menjelang berakhirnya misi, rumah sakit lapangan Ina-EMT melayani sampai dengan 400 pasien hingga pukul 12.00 malam hari.

Dengan berakhirnya misi medis kedaruratan ini, saat ini tinggal dua misi kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Indonesia yaitu misi perlindungan WNI di wilayah terdampak serta misi angkutan udara kemanusiaan dengan diperpanjangnya tugas Hercules C-130 TNI AU.

Pesawat bersama seluruh awaknya masih akan ikut membantu angkutan logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak hingga pertengahan Maret 2023.