Indonesia Tak Lagi Mudah Dimasuki Perempuan Maroko

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

WN Maroko ditolak masuk Indonesia. (Foto: Dok. Imigrasi)
zoom-in-whitePerbesar
WN Maroko ditolak masuk Indonesia. (Foto: Dok. Imigrasi)

BB (24), perempuan asal Maroko ini mungkin punya mimpi-mimpi indah selama di Indonesia. Entah untuk wisata atau yang lain. Tapi BB sama sekali tidak boleh keluar dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menahan BB dan melakukan pemeriksaan pada Jumat (20/1) sekitar pukul 14.20 WIB. BB datang dengan penerbangan Etihad EY 474 dari Abu Dhabi.

"Yang bersangkutan tidak dapat memberikan keterangan dengan jelas mengenai maksud dan tujuan kedatangannya ke Indonesia. Yang bersangkutan tidak memiliki reservasi hotel dan yang bersangkutan tidak membawa uang yang cukup untuk berkunjung di Indonesia," jelas Kabag Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno dalam keterangannya, Sabtu (21/1).

Sekitar pukul 17.40 WIB, BB diminta pergi dengan pesawat Etihad dan kembali ke Abu Dhabi.

Penolakan perempuan Maroko ini terjadi untuk kesekian kalinya. Beberapa hari sebelumnya total ada lima perempuan Maroko yang masuk ke Indonesia dan ditolak. Alasannya sama, mereka tak punya cukup uang dan tujuan yang jelas.

Apa yang dilakukan Imigrasi Soekarno-Hatta ini bagian dari pencegahan dugaan kasus prostitusi perempuan asing. Sudah menjadi rahasia umum kalau perempuan Maroko menjadikan Indonesia tempat mencari uang sebagai pekerja seks.

Data dari Kepala Penindakan Imigrasi Bogor Arief Satoto memberii bukti. Selama 2015-2016 total ada 34 perempuan Maroko yang ditangkap dan dideportasi. Mereka bekerja dengan mucikari di vila yang tersebar di Puncak. Pelanggan mereka biasanya pria dari Timur Tengah.

"Mereka jadi PSK," beber Arief.

Imigrasi kini memakai tangan besi. Perempuan dari Maroko atau negara lain yang dicurigai, apabila tak bisa memberikan keterangan saat diperiksa akan langsung dideportasi. Cara ini ampuh dan banyak dari perempuan itu yang ditolak. Tapi harus juga dipikirkan, para mucikari pasti akan mencari cara baru untuk meloloskan 'anak didiknya'. Semoga saja cara mereka akan selalu terendus.