Indonesia-Thailand Sepakat Tingkatkan Perundingan ZEE

Pemerintah Indonesia dan Thailand sepakat untuk meningkatkan perundingan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang menjadi sengketa dua negara. Penetapan ZEE dirasa penting demi mencegah potensi gesekan Thailand-Indonesia di lautan.
"Di samping kerja sama ekonomi, kami berdua sepakat mengintensifkan komunikasi untuk isu delimitasi zona ekonomi eksklusif," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi usai pertemuan dengan Menlu Thailand Don Pramudwinai di Yogyakarta, Jumat (6/7).
"Finalisasi negosiasi ZEE sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah insiden dan tensi di laut," ujar Retno lagi.
Perundingan kedua negara dimulai pada tahun lalu untuk menetapkan batas ZEE di Laut Andaman. Batas yang tumpang tindih antara Thailand dan Indonesia terletak di lepas pantai bagian barat Aceh.
Perundingan ini diperkirakan akan memakan waktu yang lama. Menlu Retno sendiri tidak berani memberikan tenggat waktu negosiasi ZEE. Yang terpenting saat ini, kata dia, adalah komitmen kedua negara untuk meneruskan perundingan.
"Tidak pernah berani untuk bicara mengenai framework waktu saat negosiasi masalah perbatasan...satu titik berapa inci itu perdebatannya kadang memakan waktu bertahun-tahun. Yang perlu di-maintain komitmen untuk mengintensifkan, karena dengan beberapa negara sempat terhenti beberapa tahun," kata Retno lagi.

Hal yang sama disampaikan oleh Menlu Don. Dia mengatakan sejauh ini tidak ada ketegangan yang tercipta di lautan akibat sengketa ZEE, namun permasalahan ini tetap akan dirundingkan.
"Tidak dalam waktu dekat (penyelesaiannya). Saya tahu masalah ini sangat penting bagi Indonesia," kata Don.
Dalam pertemuan tersebut, menlu kedua negara juga membahas peningkatan berbagai kerja sama bilateral. Salah satunya adalah soal kerja sama pemberantasan kejahatan transnasional seperti peredaran narkotika, terorisme, dan pencurian ikan.
Retno mengatakan perdagangan bilateral kedua negara naik 11,95 persen pada 2017, mencapai USD 15,75 miliar, dengan bentuk perdagangan yang beragam. Salah satunya di industri pesawat terbang dan kereta. Kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama pariwisata.
"Investasi langsung dari Thailand ke Indonesia mencapai USD 220,2 juta pada 2017. Jumlah perusahaan Indonesia berinvestasi di Thailand mencapai 128 perusahaan, termasuk Pertamina Lubricants dan Lion Air," kata Retno.
