Indonesia Tunggu Mandat PBB untuk Berangkatkan Pasukan Perdamaian ke Gaza

6 Juni 2024 16:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota TNI Angkatan Darat mengikuti upacara pemberangkatan menuju Lebanon di Dermaga Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12). Foto:  ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
zoom-in-whitePerbesar
Anggota TNI Angkatan Darat mengikuti upacara pemberangkatan menuju Lebanon di Dermaga Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12). Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wamenhan Muhammad Herindra menjelaskan soal usulan mengirimkan pasukan perdamaian (peace keeping operation atau PKO) ke Gaza yang sebelumnya disampaikan Menhan Prabowo Subianto di Singapura pekan lalu. Herindra mengungkapkan, pihaknya masih menunggu mandat dari PBB soal ini.
ADVERTISEMENT
"Intinya dari kita, nanti kita menunggu mandat dari PBB dan pengiriman pasukan perdamaian di sebuah wilayah yang sedang konflik itu menunggu persetujuan dua pihak yang berkonflik," kata Herindra di Komisi I Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (6/6).
Herindra mengungkapkan, Indonesia tak bisa mengirimkan pasukan perdamaian jika tak mengantongi persetujuan dari Palestina dan Israel. Kedua belah pihak harus setuju terlebih dahulu baru pasukan penjaga perdamaian bisa dikirim.
"Tentunya kita tetap harus menjaga kenetralan imparsial karena diharapkan pasukan kita bersikap netral, tidak memihak ke salah satu yang bertikai. Itu nanti sebelum pasukan kita dikirim ke sana, nanti akan diberi pelatihan-pelatihan," tuturnya.
Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Muhammad Herindra. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Salah satu pelatihannya, kata Herindra, akan digelar di Institute of Peace and Conflict Studies (IPCS) yang dimiliki Indonesia. Selain itu, ada beberapa masalah persiapan dalam negeri yang harus dilakukan terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
"Intinya, apa yang jadi mandat dari konstitusi kita, bahwa kita harus ikut menjaga perdamaian dunia akan kita laksanakan dengan baik dan sebaik-baiknya, dan mudah-mudahan kita berdoa bahwa saudara-saudara kita di Palestina bisa segera merasakan perdamaian," ucap Hendrar.
Para pelayat berkumpul di sekitar mayat orang-orang yang tewas dalam serangan udara Israel di sekolah PBB yang menampung pengungsi Palestina di Nuseirat, di halaman rumah sakit di Deir el-Balah (6/6/2024). Foto: Bashar Taleb/AFP
Sebelumnya, Prabowo--yang juga merupakan Presiden terpilih Indonesia--menyebut Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza jika dibutuhkan. Hal ini, kata Prabowo, adalah bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
"Jika dibutuhkan dan diminta PBB, kami siap menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk memelihara dan memantau gencatan senjata, serta memberikan perlindungan dan keamanan untuk semua pihak," ucap Prabowo.
Prabowo juga menjelaskan, Presiden Jokowi telah menginstruksikan Indonesia untuk mengevakuasi 1.000 korban luka dari Gaza untuk dirawat di Indonesia. Saat berada di Yogyakarta, Menlu Retno Marsudi penerimaan pasien akan dilakukan di masa pemerintahan Prabowo.
ADVERTISEMENT