Indonesia-UEA Jalin Kerjasama di Bidang Keagamaan hingga Ekonomi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed.  Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman

Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Uni Emirates Arab (UEA). Terdapat Lima perjanjian kerja sama antar pemerintah dan 11 kerja sama di sektor ekonomi dan bisnis.

Kerjasama itu dilakukan pada saat Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed, di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) waktu setempat.

“UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi,” kata Jokowi seperti dikutip dari Antara, Senin (13/1).

Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Zayed, menyatakan hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan.

“Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Mohammed bin Zayed juga menyaksikan 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan UEA.

“Saya sangat sambut baik, hari ini ada 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman

Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas lima sektor, yakni keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Lima kerja sama antara pemerintah itu, yakni Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Agama RI dengan General Authority of Islamic Affairs and Endowments of the United Arab Emirates, terkait kerja sama di bidang agama Islam diantaranya wakaf.

Kedua, kerjasama antara Mendikbud RI dengan Menteri Pendidikan UEA terkait kerja sama di bidang pendidikan. Ketiga, kerjasama antara Mentan RI dengan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA terkait kerja sama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan.

Keempat, kerjasama antara Menkes RI dengan Menkes dan Pencegahan UEA, terkait kerja sama kesehatan.

Kelima, kerjasama antara BNPT dan National Intelligence Service of United Arab Emirates, terkait kerja sama terkait penanganan terorisme.

Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis, antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Nilai proyek mencapai USD 22,89 miliar atau sekitar 314,9 triliun rupiah. Perjanjian ini antar pelaku usaha.

UEA, rencananya akan berinvestasi sekitar USD 6,8 miliar, atau sekitar 30 persen dari nilai proyek.

Total 11 kerja sama itu ditandatangani dan disaksikan langsung baik oleh Jokowi maupun Mohammed.

Presiden Jokowi disambut langsung oleh Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden, Rusman

Berikut 11 kerjasama di bidang bisnis, seperti dikutip dari Antara.

  1. Power Purchase Agreement (PPA) antara konsorsium PT PJB Investasi (PT. PJBi dan Masdar) dan PT PLN (Persero) dalam 'Floating Solar PV PP 145 MWAC' di Danau Cirata, Jawa Barat, senilai USD 129 juta dolar AS.

  2. Refinery Investment Principle Agreement (RIPA) antara Mubadala Investment Company dan PT. Pertamina, untuk melanjutkan negosiasi dalam seleksi kemitraan untuk PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB)-RDMP RU V, senilai USD 5,5 miliar.

  3. Kontrak penyediaan LPG antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) and PT Pertamina senilai USD 270 juta.

  4. Keempat, Project Execution Agreement–Gresik Container Terminal, antara DP World dan PT. Pelabuhan Indonesia Maspion senilai USD 1,2 miliar.

  5. Kerjasama antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) senilai USD 71 juta.

  6. Kerjasama terkait 'Evaluate a Potential Crude to Petrochemical Complex Project at Balongan' antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan PT. Pertamina dalam hal projek Balongan di Jawa Barat senilai USD 12,6 miliar.

  7. Long Term Naphta Supply Contract antara ADNOC dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, senilai USD 3 miliar.

  8. Kerjasama antara SAAL Operating System-Sole Proprietorship LLC dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dalam hal implementasi pendidikan digital, untuk K-12 di Indonesia senilai USD 23,5 juta

  9. Kerjasama dan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan TW Container Services Ltd, (TWCS) bertajuk 'Development of a Custom Bounded Third Party Logistics Park, Dry Port and Inland Container Depot' di Subang, Jawa Barat, senilai USD 100 juta.

  10. Kerjasama antara Elite Agro LLC, UAE dan Indonesian Agency for Agricultural Research And Development (IAARD), Kementerian Pertanian RI, terkait 'Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization' di Lembang, Jawa Barat.

  11. Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Lulu Group International terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat melalui empowerment dan program capacity building.

kumparan post embed