Industri Bir di Jerman Hadapi Kelangkaan Botol Kaca
ยทwaktu baca 2 menit

Pabrik-pabrik bir Jerman memberikan peringatan tentang potensi kelangkaan botol bir akibat meningkatnya biaya produksi dan kurangnya pengemudi truk pada Selasa (17/5/2022).
Kelangkaan itu berakar pada lonjakan harga energi yang memengaruhi harga botol kaca. Pembuat bir harus membayar 80 persen lebih mahal untuk botol kaca baru dibandingkan dengan tahun lalu.
Dengan naiknya harga botol kaca, maka harga bir Jerman juga kemungkinan akan naik hingga 30 persen. Kurangnya pengemudi truk juga semakin mempersulit pemeliharaan rantai pasokan.
"Salah satu alasan di balik kelangkaan tersebut adalah kenaikan harga energi yang menyebabkan harga produksi botol kaca meningkat," kata juru bicara industri kaca, dikutip dari BBC, Rabu (18/5/2022).
"Situasinya sangat tegang," kata kepala eksekutif Federasi Bir Jerman, Holger Eicheleme.
Kekurangan botol dapat menjadi pukulan berat bagi pabrik kecil. Sedangkan perusahaan yang lebih besar biasanya telah memasok botol-botolnya terlebih dahulu.
"Kekurangan botol kaca akan mempengaruhi pabrik kecil dan menengah," kata seorang pakar industri.
Eicheleme pun mengatakan, hal terbaik yang bisa dilakukan orang Jerman saat ini yaitu mengembalikan botol kaca ke pengecer secepat mungkin. Dia juga menasihati konsumen agar tidak menimbun botol kosong di ruang bawah tanah.
Botol kaca dijual dengan deposit kecil di Jerman. Peminum bir diharapkan membawanya kembali ke toko saat ingin membeli bir lagi.
Tidak seperti tempat lain di dunia, kaleng jarang digunakan di Jerman. Pabrik-pabriknya menggunakan botol khusus yang justru sulit untuk didaur ulang.
Penulis: Sekar Ayu.
