News
·
8 Agustus 2021 11:17
·
waktu baca 2 menit

Ines Atmosukarto: Jangan Ribut Cari Booster padahal yang Lain Belum Dapat Vaksin

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ines Atmosukarto: Jangan Ribut Cari Booster padahal yang Lain Belum Dapat Vaksin (6884)
searchPerbesar
Dr Ines Atmosukarto, ahli biomolekuler dan vaksinolog. Foto: jcsmr.anu.edu.au
Dr Ines Atmosukarto, pemegang gelar doktor molekuler dan biologi seluler dari Universitas Adelaide, Australia, mengingatkan masyarakat jangan berpolemik soal suntikan ketiga (booster) vaksin corona. Saat ini di Indonesia, hanya tenaga kesehatan yang paling membutuhkan.
ADVERTISEMENT
Nakes merupakan golongan pertama yang mendapatkan vaksin Sinovac pada Januari 2021. Namun setelah 6 bulan ada data menunjukkan kematian mereka meningkat.
"Kenapa pemerintah saat ini mengadakan program booster? Program ini untuk para nakes, karena kita melihat dalam 1-2 bulan terakhir kematian nakes tiba-tiba naik kembali. Sehingga timbul pertanyaan apakah nakes cukup imunitasnya," kata Ines dalam diskusi dengan LaporCOVID-19, dikutip kumparan, Minggu (8/8).
"Tapi jangan lupa nakes ini hadapi virus tiap hari, hadapi konsentrasi virus tinggi. Mungkin mereka harus melakukan prosedur medical yang mengharuskan virus itu makin banyak terkonsentrasi," . imbuhnya.
Ines Atmosukarto: Jangan Ribut Cari Booster padahal yang Lain Belum Dapat Vaksin (6885)
searchPerbesar
Vaksin Moderna pada vaksinasi dosis ketiga terhadap nakes di RSUP Sanglah. Foto: Dok. RSUP Sanglah
Booster itu sangat dibutuhkan nakes. Tantangan mereka berbeda dengan masyarakat umum.
"Jadi para nakes itu ditantang begitu kuat, berbeda dengan masyarakat awam yang diam di rumah. Atau kita bekerja pakai masker, kita tidak berhadapan dengan jumlah virus yang besar. Maka timbul usul booster sehingga imunitas mereka lebih besar. Namun hal serupa tidak se-urgent bagi masyarakat," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Semua kembali ke risiko kita terpapar. Kalau kita hidup 24 jam di rumah risiko kita ketemu virus 0.
"Tapi dokter risiko ketemu virusnya tiap jam.Kalau risikonya besar perlindungannya juga harus besar. Mereka pakai APD terus pakai booster Moderna. Ini jangan jadi polemik, risiko kita beda dengan dokter," tutur dia.
"Yang penting saudara kita di Indonesia mendapatkan vaksin. Jangan ribut cari booster sementara yang lain belum dapat vaksin," tutupnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020