Ini Abu Romzi, Staf yang Mati Syahid akibat Serangan Israel di RS Indonesia
ยทwaktu baca 3 menit

Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, yang dibangun dengan donasi dari masyarakat Indonesia, menjadi sasaran serangan udara pasukan Israel pada Sabtu (7/10). Serangan ini menewaskan Abu Romzi, seorang warga Palestina yang menjadi staf lokal.
RSI dioperasikan antara lain oleh relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), organisasi sosial kemanusiaan dari Indonesia yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.
Dalam serangan pasukan penjajah Israel, sebagian gedung RSI rusak. Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan rusak berat.
"Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan," kata MER-C.
Farid, relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, menceritakan detik-detik serangan udara Israel.
"Kami sedang berada di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,โ kata Farid.
โAbu Romzi, staf lokal MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,โ lanjutnya.
MER-C dalam pernyataan terbaru mengungkapkan dukacita atas wafatnya Abu Romzi. Belum banyak yang diketahui tentang Abu Romzi, hanya saja dia telah bekerja pada MER-C sejak tahun 2011.
"Keluarga Besar MER-C menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Abu Romzi, staf lokal MER-C pada Sabtu, 7 Oktober 2023," ungkap MER-C, dikutip Senin (9/10).
"Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikannya, mengampuni salah dan khilafnya dan menempatkannya di tempat terbaik di syurga-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin YRA,โ lanjutnya.
Sementara itu, Kemlu RI memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa dari WNI.
Israel Abaikan Hukum Kemanusiaan
MER-C dalam pernyataannya juga mengungkapkan, penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, seakan semakin menguatkan bahwa dalam perang Israel-Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel.
Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan, yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam.
MER-C mengungkapkan, kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya.
"MER-C sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis dan mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung," papar mereka.
Pernyataan Indonesia
Kemlu RI telah mengeluarkan pernyataan atas konflik bersenjata terbaru tersebut. Berikut bunyinya:
Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Palestina-Israel.
Indonesia mendesak agar tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia.
Akar konflik tersebut, yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus diselesaikan, sesuai parameter yang sudah disepakati PBB.
