Ini Alasan Kapolda Jambi Tidak Bisa Dievakuasi Langsung Pakai Heli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan video rombongan Kapola Jambi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan video rombongan Kapola Jambi. Foto: Dok. Istimewa

Helikopter yang diterbangkan untuk mengevakuasi 8 orang rombongan Polda Jambi mengalami kendala berupa kabut tebal. Helikopter itu tidak bisa berhenti di udara untuk menurunkan tim SAR gabungan.

"Sekitar jam 9.00 WIB, tim sudah sampai di lokasi sekitar, melalui jalur udara. Tim yang berada di lokasi kejadian itu mengalami kendala kabut yang cukup besar dan tebal. Sehingga tidak bisa melakukan hovering untuk penurunan personel," ujar Humas Basarnas Jambi, Lutfi, Senin (20/2).

Tim SAR dalam helikopter tersebut kembali ke Bangko, Merangin, sekalian melakukan pengisian bahan bakar. Sementara itu, tim SAR yang melalui jalur darat sedang mendekat.

"Tim dari darat itu terdengar suara. Kemungkinan jarak sudah dekat 500 sampai 700 meter. Kita masih menunggu informasi selanjutnya," ujarnya.

Personel Basarnas Jambi berjalan menuju helikopter MI171 milik APP Sinar Mas di Bandara Sultan Thaha lama, Jambi, Minggu (19/2/2023). Foto: Humas Basarnas Jambi-Luthfi/ANTARA FOTO

Walau tim SAR belum sampai ke lokasi. Bantuan logistik sudah sampai ke para korban pendaratan darurat itu. Penyaluran logistik ini menggunakan helikopter dari Polda Sumatera Selatan.

Rombongan Polda Jambi ini telah menggunakan bantuan logistik itu. Kondisi mereka masih sadar, walau sudah semalam berada di sana.

"Tadi sudah berkomunikasi lewat handphone. Kondisi mereka masih sadar," ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto, Senin (20/2) pagi.