Ini Alasan Sultan HB X soal Grebeg Besar Keraton Digelar Sederhana
·waktu baca 2 menit

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, membeberkan alasan Grebeg Besar Keraton Yogyakarta memperingati Idul Adha digelar secara sederhana.
"Ya penghematan aja. Kabeh (semua) kan penghematan. Ya kita juga menghemat lah. Psikologisnya kan gitu. Nanti dikira mewah-mewah," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (21/5).
Sultan mengatakan, saat ini pemerintah sedang menghemat APBN, maka daerah pun juga harus melakukan hal serupa.
"Nanti kan Sekaten, jadi kemungkinan prajurit tetap ngawal. Misalnya gitu. Tapi pada waktu acara (grebeg) gunungan nggak ada," katanya.
Sultan belum tahu apakah ketika keadaan ekonomi membaik, acara grebeg akan kembali seperti dahulu.
"Nanti kita lihat perkembangan. Kalau memang keadaan ekonominya lebih baik ya dimunculkan lagi. Kita kan belum tahu," ujarnya.
Keraton Yogyakarta akan mengadakan Hajad Dalem Garebeg Besar atau grebeg besar memperingati Iduladha 1447H/2026 pada Rabu (25/5) mendatang.
"Kami, Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, belum lama ini nampi Dhawuh Dalem (menerima dhawuh atau perintah dari Sultan) untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari besok Garebeg Besar," ungkap KRT Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem senior berpangkat Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta, dalam keterangan yang diterima kumparan.
Kanjeng Kusuma mengatakan instruksi dari Sultan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Pemberian sedekah dari raja kepada kawula tetap diwujudkan dengan pembagian ubarampe pareden kepada seluruh Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta.
Prosesi Grebeg Besar akan dilaksanakan mirip seperti saat pandemi COVID-19. Tidak ada gunungan yang keluar keraton maupun iring-iringan prajurit.
