Ini Kondisi dan Fasilitas Rumah DP Rp 0 Besutan Anies

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com- Maket rumah DP 0 Rupiah. Foto: dok. diskominfotik Pemprov DKI Jakarta.
zoom-in-whitePerbesar
com- Maket rumah DP 0 Rupiah. Foto: dok. diskominfotik Pemprov DKI Jakarta.

Sejak meresmikan program Rumah DP 0 Rupiah dengan tagline Solusi Rumah Warga (Samawa) di Klapa Village, Jakarta Timur pada (31/8) lalu, kini Gubernur Anies Baswedan membuka pendaftaran tahap kedua yang telah dibuka pada 7 Agustus 2019.

Program ini mendapat sambutan baik dari warga Jakarta karena membantu mereka untuk memiliki hunian yang layak dengan harga yang terjangkau. Tidak hanya memiliki harga terjangkau, namun program yang ditujukkan untuk warga menengah ke bawah ini juga dilengkapi dengan berbagai tipe hunian dan fasilitas pendukung.

Terdapat hunian tipe studio yang berjumlah 240 unit dengan harga Rp 184,8 juta hingga Rp 195,5 juta. Tipe satu kamar, berjumlah 180 unit dengan harga Rp 210.760.000 hingga Rp 213.400.000, serta tipe dua kamar, berjumlah 360 unit dengan harga Rp 304.920.000 hingga Rp 310.640.000.

Selain itu akan ada ATM Centre, area kios dan minimarket sampai penataaan taman beserta penerangannya, lift yang aktif 24 jam, ruang lobi atau ruang tunggu, taman bermain anak hingga ambulans.

Sementara itu dari sisi pengamanan, rusun ini didukung dengan palang pintu elektrik di pintu masuk atau keluarnya, dengan beberapa sekuriti yang berjaga.

Kenyamanan dan keamanan adalah dua hal penting pada program ini. Anies Baswedan juga menjelaskan tentang istilah SAMAWA, menurutnya istilah itu menggambarkan kedamaian dan kebahagiaan.

"Terminologi yang kita tahu langsung maknanya, sebuah tempat ada kedamaian, kebahagiaan, dan ini bukan sekedar rumah. Ini yang kita dorong, Solusi Rumah Warga, SAMAWA. Kita ingin menjadi keluarga yang tenang, dan insya allah lebih sejahtera," Jelas Anies.

Ini Syarat untuk Mendapatkan Rumah DP 0 Rupiah

com- Kondisi rumah DP 0 Rupiah. Foto: dok. diskominfotik Pemprov DKI Jakarta

Berdasarkan Pergub Nomor 104 Tahun 2018, di pasal 8 dijelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan rumah ini. Secara umum, beberapa syarat yang harus disiapkan adalah warga ber-KTP DKI yang telah tinggal di Jakarta minimal 5 tahun.

Syarat selanjutnya adalah belum punya rumah sendiri dan tidak pernah menerima subsidi rumah. Syarat yang lain adalah warga yang ingin mendaftar haruslah memiliki penghasilan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta setiap bulannya.

Warga yang ingin mendaftar juga harus taat pajak dan pemberian rumah diprioritaskan kepada mereka yang telah menikah. Yang tidak kalah penting, warga wajib memiliki rekening Bank DKI.

Sementara secara administrasi, warga yang ingin mendaftar wajib membawa kartu keluarga (KK) dan surat permohonan fasilitas pembiayaan rumah. Selain itu, warga harus membawa surat pernyataan penghasilan, belum memiliki rumah, belum menerima subsidi perumahan, dan akan menempati rumah.

Warga yang ingin mendaftar juga wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan surat nikah atau akta nikah yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Untuk berikutnya ini, sebanyak 900 unit rumah DP 0 Rupiah akan dibangun di Cilangkap, Jakarta Timur, seluas 2,8 hektare, pada akhir 2019. Sedangkan rumah DP 0 Rupiah di Pulogebang, Jakarta Timur, seluas 4 hektare, pada awal 2020. Untuk pembangunan di Cilangkap dan Pulogebang, Penyertaan Modal Daerah (PMD) Pemprov DKI mencapai Rp 800 miliar. Angka tersebut naik dari 2018 yang mencapai Rp 500 miliar.