Ini Motif Pelajar SMA Prank Bom di Mal Koja

Enam pelajar SMA diamankan polisi karena membuat pesan prank ancaman bom di Koja Trade Mal Koja, Jakarta Utara, Kamis (2/11). Namun, setelah pemeriksaan hanya lima orang saja yang terlibat aksi prank tersebut.
Lalu apa motif para pelajar ini membuat prank bom?
"Motif mereka berdasarkan pengakuan dari saudara FA dan saudara H mereka ingin ngeprank. Jadi mengeprank saudara H. Karena menurut mereka, saudara H ini katanya cupu, atau lemah gemulai makanya di-prank dengan cara seperti itu. Sekali lagi ini hanya motif nge-prank di antara mereka," kata Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni saat jumpa pers di Mapolsek Koja, Jakarta Utara, Kamis (2/11).
Syahroni memastikan, para pelajar ini tak terafiliasi dengan kelompok-kelompok terorisme. Hanya sekadar membuat prank saja.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami kepada para orang terduga mereka belum terafiliasi atau pun tidak terafiliasi dengan jaringan-jaringan teroris tertentu," jelasnya.
Polisi juga sudah meminta keterangan dari pihak sekolah dan keluarga.
"Ini kita buktikan dengan wawancara dengan pihak keluarga dan pihak sekolah dan semuanya kita nyatakan steril. Namun apabila di kemudian hari ada hal-hal yang perlu kita dalami lagi, kebetulan kita sudah data-data masuk, melakukan memanggil saksi-saksi ataupun data penguat lainnya yang bisa menjerat mereka," tuturnya.
Terkait status hukumnya, Syahroni menyebut belum ditentukan. Sebab, mereka betul-betul melakukan prank, tidak ada motif lainnya.
"Untuk sampai saat ini [belum ditentukan status hukum], sampai kita rilis, belum karena motifnya benar-benar ngeprank. Nanti masih kita dalami dahulu," ujarnya.
Para pelajar itu saat ini masih di kantor polisi. Mereka belum dipulangkan ke rumah masing-masing.
"Nanti kami akan koordinasikan dulu dengan pimpinan dan juga berkoordinasi dengan penyidik. Apabila tidak ditemukan motif yang mengarah ke yang saya sebutkan tadi, ya bisa juga mereka akan kita pulangkan namun akan kita kenakan wajib lapor," tandasnya.
