Ini Peta Potensi Banjir dan Longsor saat Musim Hujan di Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga bereaksi di lingkungan yang banjir akibat hujan deras di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga bereaksi di lingkungan yang banjir akibat hujan deras di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP

BPBD Bali telah memetakan wilayah yang rawan banjir dan longsor saat musim hujan. Titik banjir dan longsor berpotensi terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

"Berdasarkan pemetaan mayoritas kejadian bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di 7 kabupaten/kota," kata Kepala BPBD Bali Gede Agung Teja Bhusana Yadnya saat dihubungi wartawan, Jumat (7/11).

Rincian wilayah rawan sbb:

  • Wilayah rawan banjir: Kota Denpasar, Buleleng, dan Kabupaten Badung.

  • Wilayah rawan longsor: Kabupaten Bangli.

  • Wilayah rawan banjir dan longsor: Kabupaten Tabanan dan Karangasem.

  • Wilayah rawan banjir dan banjir bandang: Kabupaten Jembrana

Teja sudah mulai melakukan migitasi bencana, yakni menginventarisasi kesiapan sumber daya, berkoordinasi dengan sejumlah instansi, menormalisasi sungai, pembersihan sungai dan saluran sungai serta penanaman pohon.

"Kami juga melakukan sosialisasi tentang pengetahuan terhadap rute dan tempat evakuasi jika rumah berada di area rawan banjir atau longsor kepada masyarakat," katanya.

Derk (laki-laki, 50 tahun), wisatawan asal Afrika Selatan tampak menikmati momen mendorong istrinya yang duduk santai di matras angin di tengah banjir di Jalan Dewi Saraswati III, Kelurahan Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (10/9/2025) Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Teja mengimbau seluruh warga menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai dan drainase agar tak menyumbat aliran air saat hujan untuk mencegah banjir.

Pada September lalu, banjir bandang melanda Bali. BPBD Bali mencatat 18 orang tewas, 4 hilang dan total kerugian mencapai Rp 93,5 miliar akibat banjir yang terjadi pada 10 September 2025 itu.