Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Ini Senjata yang Telah Diizinkan Kemenhan untuk Dibeli BIN dari Pindad
26 September 2017 13:50 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:15 WIB

ADVERTISEMENT
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan BIN tidak membeli senjata secara ilegal. Bahkan, BIN sudah mengantongi izin dari Kemenhan untuk membeli 521 pucuk senjata api dari PT Pindad.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan surat yang ditunjukkan Menhan Ryaizard Ryacudu di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (26/9), BIN telah mendapatkan izin membeli senjata api sebanyak 521 pucuk dan 72 ribu munisi tajam. Surat itu juga telah ditandatangani Menhan dan Wakil Kepala BIN Letjen Teddy Laksmana.

“Masalah itu, ini masalah pembelian ini, Menhan sudah tandatangan Mei 2017, ada tandatangan Wakil BIN sudah saya sampaikan 521 pucuk, amunisi 72 ribu,” tegas Menhan.
Berdasarkan surat itu, BIN diizinkan membeli 521 senjata api jenis SS2-V2 kaliber 5,56 milimeter. SS2-V2 adalah jenis senjata laras panjang yang dikeluarkan PT Pindad pada 2006. SS merupakan kependekan dari senapan serbu. Beberapa jenis senapan serbu digunakan TNI.
Dalam keterangan produk yang tercantum di website PT Pindad laras SS2 memiliki enam alur dengan putaran 178 mm (1:7 in) dilengkapi dengan peredam sinar yang akan mengurangi pancaran api dan mengurangi hentakan ke belakang. Pembidikan melalui lubang pada pisir yang dapat diatur elevasi maupun azimutnya untuk meningkatkan ketelitian. Mode tembakan adalah tembakan tunggal, otomatis penuh seta posisi terkunci (safe).
ADVERTISEMENT
Selain diizinkan untuk membeli senjata SS2-V2 kaliber 5,56 milimeter, BIN juga diizinkan untuk membeli 72 ribu munisi kaliber 5,56 milimeter.
Isi surat dari Kemenhan ini berbeda dengan pernyataan mabes Polri. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto sebelumnya menyatakan bahwa bahwa BIN telah memberitahukan akan membeli 517 senjata laras pendek non otomatis kaliber 9 milimeter.