Ini Strategi Anies Hindari Intervensi Kedaulatan Akibat Utang Luar Negeri Numpuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan menyampaikan gagasannya saat debat debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan menyampaikan gagasannya saat debat debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Salah satu pertanyaan dalam Debat Ketiga Capres-Cawapres 2024, Minggu (7/1), menyinggung soal kebijakan untuk menghindari intervensi kedaulatan Indonesia akibat utang luar negeri yang terus bertambah.

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menyebut ada dua hal yang bisa dilakukan guna menghindari potensi tersebut. Keduanya ialah dengan menata utang dan memperbesar Produk Domestik Bruto (GDP).

“Yang tidak kalah penting adalah melakukan pegembangan skema-skema yang lebih kreatif dalam mencari utang luar negeri, termasuk pelibatan swasta,” jelasnya.

Debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Untuk memperkuat GDP, kata Anies, salah satunya bisa diwujudkan dengan memastikan adanya perluasan wajib pajak.

Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat GDP, tetapi juga mengurangi kebocoran pajak.

Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu lantas menegaskan sekali pun berutang, sebaiknya utang itu digunakan untuk aktivitas produktif.

“Jangan utang itu digunakan untuk kegiatan non-produktif, misalnya dipakai untuk membeli alutsista bekas,” tegasnya.

(AI)