Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Ada Keadaan Darurat di MRT

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah. Foto: Danita/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Evakuasi penumpang MRT yang mogok di bawah tanah. Foto: Danita/kumparan

Mati listrik massal yang melanda Jabodetabek sempat menyebabkan empat unit MRT terhenti di jalur bawah tanah. Akibatnya, para penumpang di dalamnya sempat terjebak dan baru bisa dievakuasi sekitar 20 menit kemudian.

Nah, jika terjadi hal serupa di kemudian hari, apa saja sih yang harus kamu persiapkan dan ketahui?

  1. Jangan Panik

Saat terjadi keadaan darurat, seluruh penumpang diharapkan untuk tidak panik. Selain itu, penumpang juga bisa meminta bantuan dengan tombol SOS yang terletak di sisi kereta.

Namun, jangan iseng menekan tombol ini jika tidak terjadi apa-apa, ya. Sebab, ada sanksi tegas yang diberikan bagi orang-orang iseng ini.

  1. Tindakan Darurat saat Kebakaran

Saat terjadi kebakaran, penumpang bisa membantu memadamkan api menggunakan alat pemadam yang terletak di depan dan belakang gerbong. Selain itu, penumpang juga diharapkan berpindah ke sisi yang aman hingga proses selesai dan bisa dievakuasi.

instagram embed
  1. Tindakan Darurat saat Gempa

Jika terjadi gempa di stasiun MRT, segera cari tempat yang aman untuk berlindung. Setelah kondisi mulai kondusif, segera keluar dari stasiun dan berjalan ke titik evakuasi melalui tangga manual.

  1. Ikuti Petunjuk Petugas saat Evakuasi

Dalam keadaan darurat, selalu ikuti instruksi petugas. Termasuk saat proses evakuasi berlangsung.

Jika ada yang cedera, segera hubungi petugas untuk mendapatkan pertolongan pertama.