Injak Kepala Kerbau Saat Dapat Gelar Adat, Jokowi: Jangan Ditarik Ranah Politik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berlangsung khidmat di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berlangsung khidmat di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait ramai tudingan dirinya telah menginjak kepala banteng, bukan kerbau saat upacara adat penerimaan gelar Baginda Pemuka Bangsa.

Jokowi menegaskan upacara adat tersebut bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung

“Ya itu kan bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung. Bentuk penghormatan dari Istana Kedatuan kerajaan Lampung,” kata Jokowi di kediaman Solo, Selasa (7/7).

Ayah wapres Gibran Rakabuming Raka ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik.

“Dan saya merasa terhormat diberikan penghargaan dan jangan semua hal ditarik ke ranah politik. Sering tidak sambung. Kita harus terus menghargai adat istiadat terus menghargai kearifan lokal terus menghargai kebudayaan budaya kita karena budaya kita sangat beragam sekali,” kata dia.

“Itu ritual adat. Sekali lagi itu ritual adat. Yang sudah tidak sekali dua kali sudah ratusan kali dilakukan (injak kepala kerbau),” pungkasnya.

Jokowi ditemui di rumahnya di Solo, Selasa (7/7/2026). Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memastikan kehadirannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel terkait sidang fitnah ijazah palsu. Foto: Dok. kumparan

Diberitakan sebelumnya, prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berlangsung khidmat di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6).

Dalam salah satu rangkaian prosesi, Jokowi duduk di kursi adat Panca Haji sambil menginjak kepala kerbau sebagai simbol pengukuhan gelar adat. Jokowi tiba di Kedatun Keagungan Lampung dengan disambut payung adat berwarna kuning, merah, dan putih serta iringan para tokoh adat dan masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.

Selanjutnya, Jokowi mengikuti seluruh tahapan prosesi adat, mulai dari penyambutan, pembacaan titah adat, hingga penyematan gelar. Pada kesempatan itu, ia mengenakan pakaian adat Lampung berwarna kuning keemasan yang dipadukan dengan kain tapis serta penutup kepala khas Lampung.

Dalam prosesi pengukuhan, Jokowi dipersilakan duduk di kursi adat Panca Haji. Sebagai bagian dari simbolisasi pengangkatan gelar, ia menginjak kepala kerbau yang telah disiapkan oleh penyelenggara adat sebelum prosesi dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Usai penyematan gelar, Jokowi bersama para tokoh adat Lampung mengikuti Tari Ngigel sebagai bagian dari rangkaian upacara adat. Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Museum Kedatun Keagungan Lampung.