Inovasi Baru RT 11 Gandaria Utara: Siapkan 'Smart Geprek' untuk Pilah Sampah
·waktu baca 3 menit

Setelah sukses dengan e-Gate dan GPS Anti Curanmor, warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini bersiap meluncurkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi yang diberi nama Smart Geprek.
Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori, menjelaskan program ini lahir dari keinginan mengubah kebiasaan warga buang sampah menjadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus bernilai ekonomi.
“Kita ubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan, biar orang itu buang sampah itu minimal nanti kita ubah menjadi berkah, menjadi cuan,” ujar Imam pada wartawan di Gandaria, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).
Selain itu Smart Geprek sejalan dengan program pilah sampah yang saat ini digaungkan Pemprov DKI. Ia dirancang sebagai mesin pres sampah berbasis dinamo, khususnya untuk mengolah sampah plastik seperti botol.
“Smart Geprek itu, botol-botol kalau seumpama manual kan kadang diginiin (ditekan) aja ya, digeprek, geprek, geprek gitu kan, kadang pakai tenaga manusia. Jadi kita nanti menggunakan sistem dinamo yang teknologinya pakai seperti itu,” jelas Imam.
Selain plastik, program pilah sampah juga berlaku untuk sampah dapur rumah tangga. Inovasinya, sampah ini akan diolah menjadi kompos dengan bantuan teknologi pengering.
Imam menyebut, dengan teknologi pengering yang akan mereka gunakan, proses pengomposan yang biasanya memakan waktu hingga 28 hari bisa dipangkas drastis menjadi hanya satu hari.
“Kalau dipakai sistem yang konvensional kan dia sampai 28 hari baru bisa panen untuk komposnya. Jadi kita pengin nanti sampai dryer, pengeringan, nanti kita bisa kelola sampai satu hari bisa kita manfaatkan,” kata Imam.
Untuk memastikan keberlanjutan program, pihak RT sudah menjalin koordinasi dengan pengepul sampah swasta dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Kita sudah koordinasi dengan pengusaha untuk pengepul sampah yang bisa kita produksi kembali. Nantinya dia juga koordinasi sama kita dan juga dari LHK, lingkungan hidup, itu juga bisa ikut kolaborasi dengan kita,” ujar Imam.
Imam menambahkan, program ini juga akan melibatkan sekolah-sekolah di sekitar wilayah sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.
“Kita nanti akan sosialisasi juga setelah kita terapkan di sini ke lingkungan dan juga nantinya kita coba menggandeng sekolahan juga yang nantinya bisa sekolahan kan penting juga ya menjaga lingkungan kita,” katanya.
Terkait kesiapan alat, Imam menyebut dinamo dan gearbox sudah dibeli dan sedang dalam tahap uji coba di lapangan.
“Alatnya sudah kita beli, sudah kita buat untuk beli dinamo dan gearbox-nya, jadi kita sudah buat ini kemarin sudah kita otak-atik ya di lapangan, nanti dalam waktu cepat ini kita akan lakukan untuk pembuatan seperti itu,” ujarnya.
Di samping Smart Geprek, RT 11 RW 07 juga tengah mengembangkan warung digital berbasis UMKM yang diharapkan bisa menopang ekonomi warga di kawasan padat penduduk tersebut.
“Kita sudah ada warung RT 11 tapi berbasis UMKM di digital juga, nantinya kita maksimalkan betul buat masyarakat. Intinya perputaran nilai ekonominya, apalagi lingkungan kita ini kan padat penduduk yang ekonominya menengah ke bawah, syukur-syukur nanti bisa membuat tambahan buat mereka,” pungkas Imam.
