Instagram Hapus Video Jurnalis yang Cerita Bertemu Hamas, Meta Sebut itu Eror

Instagram menghapus video berisi cerita jurnalis Jeremy Scahill yang membahas pertemuannya dengan anggota Hamas lewat akun Democracy Now. Hal itu dilaporkan Media independen AS, Semafor, pada Rabu (10/7).
Dikutip dari Al Jazeera, Semafor juga menerima pemberitahuan dari Instagram mengenai penghapusan konten yang membagikan simbol, pujian, atau dukungan terhadap orang dan organisasi yang dianggap "berbahaya" oleh pihak Instagram.
Di hari yang sama, Democracy Now mengunggah versi pendek dari klip yang dihapus Instagram. Dalam postingan itu, Scahill menceritakan hasil pertemuannya selama beberapa bulan dengan anggota Hamas.
Scahill mengatakan, konflik di Gaza bukanlah hasil serangan Hamas pada Oktober lalu. Tuduhan pejabat Amerika Serikat yang menyebut aksi Hamas telah merusak perdamaian merupakan kesalahan.
Ia menyebut, kenyataannya Palestina tak pernah menemukan kebebasan dan kemerdekaan negaranya dalam 76 tahun terakhir.
"Faktanya, sejumlah besar warga Palestina telah dibantai dengan senjata AS dalam perang genosida, pemberontakan," kata Scahill dalam video itu.
"Yang jelas dunia perlu menangani momen ini secara pasti. Tuntutan rakyat Palestina selama berpuluh-puluh tahun adalah agar negara mereka merdeka dan bersatu sebagai negara Palestina," tutupnya.
Juru bicara Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengatakan kepada Semafor bahwa penghapusan video tersebut merupakan sebuah eror atau kesalahan sistem. Mereka juga mengeklaim videonya telah kembali dipulihkan.
Platform media sosial Instagram telah berulang kali menjadi sorotan karena aksinya yang membungkam suara-suara pro-Palestina.
Dalam sebuah laporan pada Desember 2023, Human Rights Watch menuduh Meta melakukan “sensor sistemik dan global” terkait konten pro-Palestina. Mereka menggambarkannya sebagai “gelombang penindasan terbesar terhadap konten terkait Palestina” sepanjang sejarah.
