Interpol Tolak Permintaan Iran untuk Tangkap Donald Trump

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Interpol. Foto: REUTERS/Edgar Su
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Interpol. Foto: REUTERS/Edgar Su

Asa Iran meminta bantuan Interpol menangkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump pupus.

Iran pada Senin (29/6) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Trump. Orang nomor satu di Negeri Paman Sam didakwa pembunuhan dan terorisme terkait insiden terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani.

Sesaat setelah surat penangkapan keluar, Kejaksaan Teheran meminta Interpol mengeluarkan red notice kepada Trump. Permintaan itu ternyata ditolak Interpol.

Presiden Donald Trump dalam keterangannya terkait serangan roket Iran Foto: Reuters

Dalam pernyataannya, Interpol mengatakan konstitusinya melarang mereka melakukan intervensi atau aktivitas yang bersifat militer, politis, agama, dan rasial.

"Karena itu, jika ada permintaan semacam ini di ke sekretariat kami, maka Interpol tidak akan mempertimbangkannya," sebut pernyataan Interpol, seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Sebelum Interpol mengeluarkan pernyataan, AS sudah lebih dulu yakin permintaan tersebut tak bakal dikabulkan.

Jenderal Iran Qassem Soleimani. Foto: STR / AFP

AS menyebut, permintaan Iran sebagai propaganda dan bersifat politis. Oleh karenanya, AS yakin permintaan tak akan ditanggapi serius oleh Interpol.

Pada awal 2020, hubungan AS dan Iran memanas setelah Soleimani tewas di Irak.

embed from external kumparan

Kementerian Pertahanan AS mengakui perintah pembunuhan Soleimani dikeluarkan langsung Trump.

Trump menganggap Soleimani sosok berbahaya dan penyebab kematian warga AS di Irak. Trump pun menginginkan agar Soleimani dihabisi nyawanya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Saksikan video menarik di bawah ini.