IPDN Soal Penyebab Meninggalnya Calon Praja Asal Malut: Lemas lalu Henti Jantung

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membenarkan seorang calon praja angkatan XXXVI bernama Maulana Izzat Nurhadi di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA/HO-Pemprov Maluku Utara.
zoom-in-whitePerbesar
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membenarkan seorang calon praja angkatan XXXVI bernama Maulana Izzat Nurhadi di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA/HO-Pemprov Maluku Utara.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengungkapkan penyebab kematian calon praja asal Maluku Utara bernama Maulana Izzat Nurhadi usai mengikuti apel malam di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (9/10).

Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Arief M. Edie ,mengatakan Maulana meninggal karena henti jantung.

"Penyebabnya hanya lemas, dan dari dokter mengatakan henti detak jantung," kata Arief saat jumpa pers di kampus IPDN Jatinangor, Jumat (10/10).

Arief mengatakan Maulana sempat mengeluhkan lemas usai mengikuti apel Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra) yang digelar pukul 22.00 WIB.

"Selesai apel malam, almarhum mengeluh lemas. Kemudian kita cek di sana kenapa, dikasih minum dan lain-lain gitu kan, kemudian dibawalah ke KSA (Kamar Sakit Asrama)," ucapnya.

Di KSA IPDN itu, Maulana dicek tensi dan lainnya hasilnya semua normal.

"Dari KSA, setelah malam itu di cek kenapa. Tensi, segala macam, rutin, biasa," ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Admistrasi IPDN, Arief M Edie (tengah) saat memberikan keterangan di Kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025). Foto: Rubby Jovan/ANTARA

Setelah itu Maulana dirujuk ke RS Unpad pukul 23.00 WIB dan di sana Maulana mengembuskan nafas terakhirnya karena henti jantung. Arief memastikan Maulana tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

"Tidak ada (riwayat jantung), karena dia sudah seleksi kan, sudah seleksi daerah, sehat semuanya. Tidak ada, lelah juga enggak juga. Waktu meninggal saturasi masih 70. Detak jantung itu 70, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Usai dinyatakan meninggal, jenazah almarhum kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemulasaraan dan diantarakan ke kampung halaman di Maluku Utara.

"Kami turut berduka cita dan semoga almarhum husnulkhatimah," ucap Arief.

Menurut Arief, pihaknya sudah menawari keluarga untuk melakukan visum atau autopsi tetapi keluarga menolak.

"Kita tawarkan apakah mau divisum atau autopsi, mereka menolak," katanya.

"Dan ketika almarhum dinyatakan meninggal, kita sudah menghubungi pada saat sakit kita sudah menghubungi orang tuanya, orang tuanya juga sudah ikhlas, tidak masalah," imbuhnya.

Pamong praja muda melemparkan topinya saat mengikuti Pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke XXXI di Lapangan IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2024). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

IPDN adalah sekolah kedinasan milik Kemendagri. IPDN mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kompetensi di bidang kepamongprajaan.