IPK 2023: Denmark Paling Bersih dari Korupsi, Somalia Paling Korup

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Denmark Foto: Imesh
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Denmark Foto: Imesh

Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2023. Total ada 180 negara di dunia yang masuk dalam survei tersebut.

IPK dihitung oleh Transparency International dengan skala 0-100, yaitu 0 artinya paling korup, sedangkan 100 berarti paling bersih.

Denmark menjadi negara peringkat pertama dalam IPK tahun 2023 dengan skor 90. Tahun 2022, Denmark juga menempati peringkat pertama dengan skor yang sama.

Untuk peringkat terakhir, ditempati oleh Somalia dengan skor 11. Pada Tahun 2022, Somalia juga menempati peringkat 180 dengan skor 12.

Peringkat negara berdasarkan skor Indeks Persepsi Korupsi Tahun 2023. Foto: Transparency International

Berikut peringkat 5 paling atas dan bawah dalam IPK Tahun 2023:

Skor Tinggi

1. Denmark (90)

2. Finlandia (87)

3. Selandia Baru (85)

4. Norwegia (84)

5. Singapura (83)

Skor Rendah

176. Yaman (16)

177-179. Suriah, Sudan Selatan, Venezuela (13)

180. Somalia (11)

Peringkat negara berdasarkan skor Indeks Persepsi Korupsi Tahun 2023. Foto: Transparency International

Untuk Indonesia, skor IPK pada tahun 2023 ialah 34. Tidak berubah dari tahun lalu.

Namun secara peringkat, Indonesia turun 5 peringkat. Dari peringkat 110 menjadi 115.

Skor Indeks Persepsi Korupsi 2023. Foto: Youtube/Transparency International Indonesia

Pada tahun 2023 ini, Transparency International mengambil tema secara global 'Korupsi yang Tidak Terkendali Mengakibatkan Lemahnya Sistem Peradilan'.

Sementara Transparency International Indonesia (TII) mengambil tema 'Korupsi, Demokrasi, dan Keadilan Sosial'.

TII pun sempat merangkum soal relasi korupsi dan demokrasi negara-negara secara global. Berikut hasilnya:

  • Full Democracies: Ada 24 negara, skor rata-rata IPK 73

  • Flawed Democracies: Ada 48 negara, skor rata-rata IPK 48

  • Non-Democtaric Regimes: Ada 94 negara, skor rata-rata IPK 32

"Artinya demokrasi yang diterapkan penuh dia akan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang lebih baik," kata kata Deputi Sekjen TII Wawan Suyatmiko dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (30/1).

"Semakin negara itu CPI tinggi atau relatif bersih dari korupsi maka akses warga masyarakat terhadap keadilan semakin dekat atau semakin tinggi," sambungnya.