kumparan
10 Januari 2019 18:46

Ira Koesno Ingin Debat Pilpres 2019 ‘Nendang’ dan Mudah Dipahami

Penampilan Ira Koesno di debat terakhir pilgub DKI (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Mantan presenter Ira Koesno didapuk menjadi moderator debat Pilpres 2019 bersama Imam Priyono. Ira mengaku ingin debat berjalan ‘nendang’ dan mudah dipahami oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Bagaimana caranya walaupun pertanyaan sudah diberikan tetapi ini juga mudah dipahami oleh publik dan memang bunyi, ingin tetap nendang gitu bahasanya,” jelas Ira usai rapat debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (9/1).
Untuk membuat suasana debat menjadi ‘nendang’, Ira mengaku akan menggunakan berbagai trik. Di antaranya, menggunakan frasa dan diksi yang tepat dan penajaman isu yang sesuai dengan tema debat perdana tentang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
“Itu yang kami sepakati, bagaimana penajaman, pemilihan frasa dan diksi, dan kemudian juga publik kira-kira memang ingin tahu enggak sih isu ini,” jelasnya.
Jadwal Debat Pilpres 2019. (Foto: Nunki Pangaribuan/kumparan )
Selain itu, Ira bersama Imam akan berusaha menjaga suasana debat tetap terkontrol dengan baik. Menurutnya, sebagai moderator ia memiliki kewenangan untuk mengeluarkan pihak-pihak yang dapat menyulut debat menjadi tak terkontrol.
ADVERTISEMENT
“Ingin debat ya panas, tapi ya panasnya harus terkontrol, jangan meledak. Kalau kami sendiri punya aturan dari awal nanti sudah kami sampaikan secara tegas, kalau nanti itu berisik atau ribut sekali, ada peringatan pertama, kedua, ketiga, kemudian moderator punya otoritas meminta orang yang ribut itu keluar,” jelasnya.
Meski demikian, Ira memastikan akan bersikap netral selama menjadi moderator debat Pilpres 2019. Yang terpenting, ia ingin agar debat mudah dipahami oleh masyarakat.
“Tentu kami berdua harus netrallah pasti,” tegas Ira.
Debat perdana Pilpres 2019 akan digelar pada 17 Januari 2019 lalu di Hotel Bidakara. KPU bersama tim panelis telah menyiapkan 20 pertanyaan bagi paslon. Selain itu, paslon juga akan mendapatkan bocoran atau kisi-kisi terkait pertanyan debat.
ADVERTISEMENT
Hal ini bertujuan agar paslon dapat menyampaikan gagasan dan ide secara jelas kepada publik saat debat nanti. Namun, setiap paslon tak akan mengetahui pertanyaan mana yang akan ditujukan kepadanya saat debat berlangsung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan