Irak Buka Blokir Telegram Usai Sepakat Ungkap Pihak yang Bocorkan Data Pribadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Telegram. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Telegram. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di Irak aplikasi Telegram banyak digunakan masyarakat untuk mengirim pesan, berbagi berita dan konten. Namun, satu minggu lalu Kementerian Telekomunikasi Irak memblokir aplikasi tersebut.

Penyebabnya karena ada channel yang membocorkan data lembaga resmi negara dan data pribadi warga.

Pemerintah akhirnya meminta pihak Telegram mengungkap siapa pihak tersebut. Namun surat mereka tidak segera ditanggapi sehingga Irak memutuskan memblokir aplikasi itu.

Kini Telegram sudah dibuka kembali di Irak. Dikutip dari Reuters, Kementerian Telekomunikasi mengatakan pencabutan blokir dilakukan setelah perusahaan sepakat mengungkap pihak yang membocorkan data negara dan data pribadi warga,

"Perusahaan yang memiliki platform tersebut menanggapi persyaratan otoritas keamanan yang meminta perusahaan tersebut untuk mengungkapkan entitas yang membocorkan data warga," kata Kementerian Telekomunikasi dalam keterangannya dikutip dari Reuters, Minggu (13/8).

Selain itu perusahaan juga menyatakan perusahaan siap berkomunikasi dengan otoritas terkait soal masalah tersebut.