Iran Ajukan Pinjaman Rp 72 Triliun ke IMF untuk Atasi Virus Corona

12 Maret 2020 18:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang pekerja mengenakan masker saat menunggu barang dimuat, di Iran. Foto: REUTERS/Christopher Pike
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja mengenakan masker saat menunggu barang dimuat, di Iran. Foto: REUTERS/Christopher Pike
ADVERTISEMENT
Pemerintah Iran mulai kewalahan menghadapi penyebaran virus corona di negara mereka. Pada Kamis (12/3) Iran mengajukan pinjaman dana senilai lebih dari Rp 72 triliun ke IMF untuk mengatasi corona.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melalui akun Twitternya. Dia mengatakan, pengajuan pinjaman dilakukan setelah Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menjanjikannya.
"@KGeorgieva mengatakan negara-negara terdampak #COVID19 akan disokong melalui Instrumen Finansial Cepat (RFI). Bank Sentral kami telah meminta akses secepatnya untuk fasilitas ini," kata Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina
"Dewan IMF harus memenuhi mandat pendanaan ini, berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan bertindak secara bertanggung jawab," lanjut Zarif lagi.
Diberitakan Reuters, Kepala Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati di Instagramnya mengatakan telah mengirim surat ke kepala IMF untuk pengajuan pinjaman. Nilai pinjaman yang diminta Iran sebesar USD 5 miliar, atau lebih dari Rp 72 triliun.
"Saya telah meminta lima miliar dolar AS dari dana darurat RFI untuk membantu perjuangan kami melawan virus corona," kata Hemmati.
Warga memakai untuk mencegah penyebaran virus corona di sebuah jalan di pusat kota Teheran, Iran. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Iran adalah negara ketiga di dunia dengan jumlah penderita virus corona terbanyak setelah China dan Italia. Saat ini penderita virus corona di Iran mencapai 9.000 orang, pasien meninggal 354 orang.
ADVERTISEMENT
Mengutip AFP, ini adalah kali pertama sejak 1962 Iran mengajukan pinjaman ke IMF. Sebelumnya Zarif mengatakan upaya mereka mengatasi corona terhalang oleh sanksi ekonomi yang digawangi oleh AS.