Iran Ancam Netanyahu: Jika Masih Hidup, Kami Akan Terus Kejar dan Membunuhnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu saat konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 29 Desember 2025 di Palm Beach, Florida. Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu saat konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 29 Desember 2025 di Palm Beach, Florida. Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP

Iran kembali melontarkan ancaman keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah memanasnya konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan akan terus memburu Netanyahu.

Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, IRGC menyebut Netanyahu sebagai penjahat yang harus dikejar.

“Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan seluruh kekuatan,” kata IRGC, dilansir Al-Jazeera, Minggu (15/3).

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab. Dalam pernyataan resmi yang dimuat sejumlah kantor berita Iran, mereka mengatakan telah meluncurkan 10 rudal serta sejumlah drone ke pangkalan udara Al Dhafra.

Serangan itu disebut menargetkan pasukan AS yang berada di pangkalan militer tersebut.

Di sisi lain, otoritas Iran juga menangkap 20 orang yang diduga menjadi informan Israel. Penangkapan dilakukan di wilayah barat laut Iran.

Kepulan asap menutupi cakrawala kota setelah serangan Israel yang dilaporkan terjadi di pinggiran selatan Beirut, menyusul eskalasi antara Hizbullah dan Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, Lebanon, 13 Maret 2026. Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Laporan kantor berita Tasnim yang mengutip pernyataan kantor kejaksaan Provinsi Azerbaijan Barat menyebut para tersangka dituduh mencoba bekerja sama dengan Israel.

Mereka diduga mengirimkan informasi lokasi fasilitas militer serta aset keamanan Iran kepada pihak Israel.

“Beberapa jaringan tentara bayaran yang berafiliasi dengan rezim Zionis yang bekerja sama, termasuk mengirimkan rincian lokasi militer, penegak hukum, dan keamanan kepada musuh Zionis, telah ditindak. Sebanyak 20 orang ditangkap dan ditahan melalui perintah pengadilan,” ujar salah satu jaksa, dikutip dari Al-Jazeera.

Sebelumnya, kantor berita Reuters melaporkan Israel telah memulai fase baru serangan terhadap Iran. Operasi itu disebut menargetkan pos-pos keamanan. Konflik antara AS, Israel, dan Iran pun terus memanas.