Iran Ancam Usir Jutaan Warga Afghanistan, jika Menolak Bakal Ditangkap
·waktu baca 2 menit

Iran mengusir jutaan warga Afghanistan. Jika tidak, mereka akan ditangkap aparat keamanan negara tetangga tersebut.
Pengumuman pemerintah disampaikan pada Minggu (6/7), tepat saat tenggat waktu untuk warga Afghanistan angkat kaki dari Iran berakhir.
Rencana Iran mengusir warga Afghanistan menuai keprihatinan berbagai organisasi kemanusiaan. Mereka khawatir deportasi massal akan memicu instabilitas di Afghanistan.
Saat ini Afghanistan adalah salah satu negara paling miskin di dunia. Sedangkan data teranyar menunjukkan ada sekitar 4 juta migran dan pengungsi Afghanistan di Iran.
Afghanistan adalah negara yang terkurung daratan (landlocked) di persimpangan Asia Tengah dan Asia Selatan. Negara ini berbatasan dengan enam negara lain, termasuk Iran.
Adapun pada 2023 Iran meluncurkan kebijakan mengusir warga asing yang tinggal di negaranya secara ilegal. Kebijakan itu dituduh mengincar warga Afghanistan.
Pada Maret 2025, pemerintah Iran menyatakan, para pengungsi Afghanistan harus meninggalkan negaranya secara sukarela sampai 6 Juli. Jika tidak, maka akan diusir sampai ditangkap.
Menurut organisasi urusan imigran PBB (IOM), sejak ancaman itu dilontarkan, sebanyak 700 ribu warga Afghanistan telah meninggalkan Iran. Pada Juni lalu sebanyak 230 ribu warga Afghanistan dideportasi.
Padahal mayoritas warga Afghanistan kabur dari negaranya karena alasan perang, kemiskinan sampai tak mau berada di bawah kekuasaan Taliban.
Seorang warga Afghanistan di Iran, Batoul Akbari, mengatakan di negara tempatnya tinggal ada sentimen anti-Afghanistan.
“Sakit hati melihat warga diusir dari rumah satu-satunya yang saat ini mereka tahu,” ujar Akbari seperti dikutip dari Al-Jazeera.
Lahir di Afghanistan membuat perasaan kami punya dua kampung halaman. Keluarga kami berasal dari Afghanistan, tapi di sini yang selalu kami tahu sebagai rumah,” sambung Akbari.
