Iran-AS Kembali Saling Serang, Lemhannas Pastikan RI Punya Pasokan Energi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, usai acara Pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Lemhannas RI, Lemhannas, Jakarta Pusat, (15/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, usai acara Pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Lemhannas RI, Lemhannas, Jakarta Pusat, (15/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan energi nasional di tengah kembali memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Hal ini ditegaskan Ace usai kegiatan pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 kepala daerah, terdiri dari 23 bupati dan 2 wali kota yang tampak kompak mengenakan seragam bermotif loreng khas militer.

Ace menjelaskan bahwa pasokan BBM Indonesia kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Timur Tengah.

Kapal Garda Revolusi Iran mendekati kapal perang AS. Foto: Reuters/U.S. Navy/Handout

"Sekarang kan pemerintah telah mencoba mencari alternatif pasokan BBM kita itu dari daerah lain ya, atau dari negara-negara lain. Seperti antara lain adalah Afrika. Jadi ketergantungan kita terhadap impor dari Timur Tengah sekarang sudah dikurangi, sehingga tentu ini akan mengurangi dampak dari perang antara Iran dengan Amerika Serikat," kata Ace.

Ace juga memaparkan bahwa pemerintah terus mendorong produksi energi alternatif di dalam negeri. Salah satu langkahnya adalah lewat pengembangan bahan bakar biodiesel seperti B50.

"Pemerintah kan juga mendorong berbagai langkah dengan memproduksi biodiesel seperti B50, yang itu semua merupakan produksi dalam negeri Indonesia sehingga kita tidak lagi tergantung kepada impor," jelasnya.

Lewat langkah antisipatif ini, Ace meyakini ketahanan energi nasional akan tetap aman di tengah gejolak geopolitik Iran dan AS.

"Sejauh ini pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipatif ya, untuk menjaga ketersediaan pasokan energi dalam negeri kita di tengah gejolak global yang terutama perang Iran-Amerika," kata dia.