Iran Buru Pilot AS, Tawarkan Imbalan untuk Penangkapan atau Pembunuhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). Foto: IRIB/Handout via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). Foto: IRIB/Handout via Reuters

Iran memburu seorang pilot Amerika Serikat (AS). Pilot tersebut merupakan awak pesawat tempur AS yang ditembak jatuh di Iran dan kawasan Teluk.

Berdasarkan keterangan pejabat AS dan Iran, terdapat dua pesawat tempur yang ditembak jatuh pada Jumat (3/4). Dua dari tiga pilot berhasil dievakuasi.

Pesawat pertama yang ditembak jatuh di Iran adalah jet tempur F-15E. Sementara itu, pesawat kedua adalah A-10 Warthog yang ditembak jatuh di atas wilayah Kuwait.

Seorang pejabat AS mengatakan, untuk mencari pilot yang hilang, dua helikopter Black Hawk telah dikerahkan.

Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). Foto: IRNA/Handout via Reuters

Hingga kini, AS belum dapat mendeteksi lokasi pilot yang hilang. Selain itu, tingkat keparahan luka para pilot juga belum diungkapkan.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan tengah menyisir area jatuhnya pesawat AS, tepatnya di wilayah barat daya.

Kantor gubernur di Iran telah menjanjikan akan memberikan penghargaan bagi warga yang dapat menangkap atau membunuh pilot musuh tersebut.

Jatuhnya pesawat dan hilangnya pilot AS dirayakan oleh warga dan pejabat Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyindir kejadian tersebut melalui platform X.

Tentara dari sebuah unit tentara Iran berbaris selama parade militer tahunan yang menandai peringatan pecahnya perang tahun 1980-1988 dengan Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein, di Teheran (21/9/2024). Foto: Atta Kenare/AFP

“AS dan Iran sudah beralih dari perubahan rezim menjadi perburuan pilot,” kata Mohammad Baqer Qalibaf, seperti dikutip dari AFP.

Adapun perang di Iran akibat serangan Israel-AS telah pecah sejak 28 Februari 2026. Sejumlah pejabat, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan.

Di pihak AS, berdasarkan laporan Komando Pusat, sebanyak 13 tentara tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka.