Iran Gempur Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait, Ancam Selat Hormuz Tetap Ditutup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Eskalasi ketegangan bersenjata kembali pecah di Timur Tengah. Iran menyerang sejumlah target di kawasan itu sembari mengancam akan terus menutup Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan selat yang menjadi jalur pelayaran vital dunia itu akan dibuka jika Amerika Serikat menghentikan serangannya terhadap Iran, Rabu (15/7).

Pada saat yang sama, IRGC mengumumkan telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait. Mereka menegaskan serangan itu merupakan balasan atas serangan yang lebih dulu dilancarkan AS.

Puing-puing terbakar di tanah di tempat parkir setelah laporan serangan rudal dan drone, di Sabah Al Nasser, Kuwait, Rabu (3/6/2026). Foto: Media Sosial/via REUTERS

"Operasi pembalasan para pejuang akan berlanjut, dan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Amerika Serikat mengakhiri tindakan agresinya," ujar IRGC, seperti dikutip AFP.

Secara terpisah, IRGC menyatakan serangan mereka di Bahrain menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS. Armada tersebut bertugas mendukung operasi militer AS sekaligus menjaga keamanan maritim di Timur Tengah.

Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS berada di ibu kota Bahrain, Manama.

"Pusat Manajemen NSI (pangkalan utama), Pusat Komando dan Kontrol, Gudang Suku Cadang dan Peralatan Militer Utama, serta Fasilitas Penyimpanan Bahan Bakar Armada Kelima AS di Bahrain hancur berantakan," kata IRGC.

Peta Iran dengan Qatar. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock

Menanggapi gelombang serangan Iran, militer Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah drone yang dikirim Teheran.

"Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan drone musuh menyusul agresi jahat Iran," kata militer Kuwait.

Sementara itu, Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara saat menghadapi serangan Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warga tetap tenang dan berlindung di tempat yang aman.