Iran Pamer Rudal Hipersonik 'Fattah': Mampu Terjang Pertahanan Udara Modern

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Misil Fattah di Iran. Foto: Hossein Zohrevand/Tasnim via AP
zoom-in-whitePerbesar
Misil Fattah di Iran. Foto: Hossein Zohrevand/Tasnim via AP

Iran meluncurkan teknologi senjata terbarunya, sebuah rudal balistik jarak menengah yang mampu melesat dengan kecepatan hipersonik hingga 15 kali dari kecepatan suara.

Rudal hipersonik yang dinamakan ‘Fattah’ ini dianggap mutakhir, lantaran belum ada satu pun sistem pertahanan udara modern yang mampu mencegatnya di udara.

Dikutip dari AFP, Garda Revolusi Iran (Iran’s Revolutionary Guard/IRGC) melalui media lokal IRNA mengumumkan hal tersebut pada Selasa (6/5).

Peresmian rudal Fattah yang sudah direncanakan sejak tahun lalu itu digelar dalam sebuah upacara di ruangan tertutup dan tidak teridentifikasi lokasinya.

Beberapa komandan militer tinggi menghadiri upacara tersebut, termasuk Kepala IRGC Jenderal Hossein Salami. Tidak diketahui apakah Presiden Iran Ebrahim Raisi turut hadir, tetapi dia memuji kemampuan hipersonik yang dimiliki rudal Fattah.

Menurut Raisi, keberadaan rudal ini akan meningkatkan kekuatan pertahanan nasional Iran serta membawa perdamaian dan stabilitas bagi negara-negara di kawasan.

Kemampuan rudal Fattah cukup signifikan, mampu menjangkau target sejauh 1.400 km dan berbeda dari rudal konvensional yang dimiliki sebagian besar negara bersenjata nuklir.

“Jangkauan rudal Fattah adalah 1.400 kilometer dan kecepatannya sebelum mencapai target adalah antara 13 dan 15 kali kecepatan suara,” lapor IRNA.

Misil Fattah di Iran. Foto: Hossein Zohrevand/Tasnim via AP

Bila dibandingkan dengan rudal balistik konvensional, rudal Fattah memiliki sejumlah keunggulan seperti mampu terbang di lintasan yang rendah di atmosfer.

Keunggulan ini memungkinkannya untuk mencapai target lebih cepat dan memiliki peluang lebih kecil untuk bisa dicegat oleh sistem pertahanan udara modern.

Ketika proyek rudal Fattah pertama kali diumumkan pada November tahun lalu, Kepala Staf IRGC Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan bahwa mekanisme rudal itu khusus dikembangkan guna menangkal sistem pertahanan udara konvensional.

Hajizadeh juga menambahkan bahwa dirinya percaya, dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun sebelum sistem pertahanan udara yang mampu mencegatnya dapat dikembangkan. Selain itu, selayaknya rudal balistik yang lebih lambat, rudal Fattah dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Rudal Fattah pun diketahui lebih unggul dari apa yang dimiliki musuh bebuyutannya, Israel.

Meski secara luas diyakini negara itu mengembangkan persenjataan nuklir yang belum diumumkan, tetapi mereka dilaporkan memiliki sejumlah sistem pertahanan udara untuk mencegat rudal subsonik dan supersonik saja, belum hipersonik.