Iran Perlonggar Lockdown Saat Angka Kematian Bertambah 111 Orang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Seorang tentara Iran berjalan melewati barisan tempat tidur di rumah sakit sementara untuk pasien corona, di pusat pameran internasional di Teheran Utara, Iran. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tentara Iran berjalan melewati barisan tempat tidur di rumah sakit sementara untuk pasien corona, di pusat pameran internasional di Teheran Utara, Iran. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi

Korban jiwa virus corona di Iran bertambah 111 orang. Total warga Iran kehilangan nyawa akibat COVID-19 mencapai 4.585 jiwa.

Selain korban jiwa, penambahan kasus baru juga terjadi di Iran. Meski demikian, pemerintah setempat tetap memperlonggar lockdown.

"Kini sebanyak 45.983 orang yang terinfeksi sudah sembuh, ada penambahan 1.617 kasus dalam 24 jam," kata penasihat Menteri Kesehatan Iran Alireza Vahabzadeh.

Petugas menyiapkan alat kesehatan di rumah sakit sementara untuk pasien corona, di pusat pameran internasional di Teheran Utara, Iran. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi

Ia menambahkan, total penderita corona di Iran sebanyak 73.303 orang. Sebanyak 3.877 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Dengan angka tersebut, Iran masih menjadi negara yang terimbas virus corona terbesar di Timur Tengah.

Predikat itu, ternyata tak menghambat Iran menghapuskan larangan perjalanan antar kota di satu provinsi.

Seorang pengemudi bus umum, dan kondektur bus memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona di pusat kota Teheran, Iran. Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi

Pemerintah setempat hanya melarang perjalanan antar provinsi. Larangan itu bahkan akan dicabut pada 20 April 2020.

Saat ini, dari tayangan televisi Pemerintah Iran, jalan-jalan di beberapa kota di Iran sudah mulai dipenuhi warga dan kendaraan.

Hal ini seiring keputusan pemerintah yang pada Sabtu (11/4) lalu mengizinkan bisnis berisiko rendah untuk kembali beroperasi. Keputusan itu membuat sejumlah toko dan bengkel mulai membuka usahanya lagi.

Warga Iran mengenakan masker untuk mencegah tertularnya virus corona, saat beraktivitas di Teheran, Iran. Foto: WANA/Nazanin Tabatabaee via REUTERS

Bisnis dan layanan berisiko tinggi, seperti bioskop, kolam renang, sauna, salon, sekolah, swalayan, restoran, hingga kini masih belum diizinkan beroperasi.

Dilansir dari situs worldmeters, semenjak 8 April lalu hingga hari ini, kasus baru virus corona di Iran stabil di bawah 2.000.

Sementara kematian akibat corona di negara tersebut sejak 6 April 2020 sudah tidak pernah menyentuh angka di atas 150. Pada puncaknya dalam sehari bisa mencapai 157 kasus.

Walau ada tren penurunan, pemerintah Iran meminta warga tetap waspada. Sebab, potensi gelombang kedua virus corona masih mengintai.

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!