Iran Sebut 200 Orang Tewas Sejak Protes soal Mahsa Amini, NGO HAM Ungkap Lebih

4 Desember 2022 2:10
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah demonstran bergabung dalam aksi protes terkait kematian Mahsa Amini di depan markas besar PBB di Erbil, Irak, Sabtu (24/9/2022). Foto: Azad Lashkari/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah demonstran bergabung dalam aksi protes terkait kematian Mahsa Amini di depan markas besar PBB di Erbil, Irak, Sabtu (24/9/2022). Foto: Azad Lashkari/REUTERS
ADVERTISEMENT
Lebih dari 200 orang tewas sejak protes nasional meletus atas kematian Mahsa Amini di dalam tahanan. Ia diduga dianiaya usai ditangkap oleh Polisi Moral Iran.
ADVERTISEMENT
Amini merupakan perempuan Kurdi berusia 22 tahun. Ia meninggal pada 16 September lalu setelah ditangkap di Teheran karena diduga melanggar aturan berpakaian di Iran. Kematiannya memicu gelombang protes.
Dikutip dari AFP, sebagaimana diberitakan kantor berita IRNA, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan jumlah orang yang tewas selama kerusuhan yang dipicu oleh kematian Amini melebihi 200 orang. Namun tak disebutkan angka pastinya.
Angka itu termasuk petugas keamanan, warga sipil dan separatis serta perusuh, istilah yang digunakan oleh pejabat Iran untuk menggambarkan pengunjuk rasa.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebuah sepeda motor polisi terbakar saat protes kematian Mahsa Amini, di Teheran, Iran, Senin (19/9/2022). Foto: WANA via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah sepeda motor polisi terbakar saat protes kematian Mahsa Amini, di Teheran, Iran, Senin (19/9/2022). Foto: WANA via REUTERS
Di sisi lain, seorang jenderal di Korps Pengawal Revolusi Islam Iran minggu ini, untuk pertama kalinya, mengatakan lebih dari 300 orang tewas dalam kerusuhan itu.
Dewan Keamanan mengatakan bahwa selain korban jiwa, kekerasan tersebut telah menyebabkan kerusakan senilai jutaan dolar.
ADVERTISEMENT
Organisasi non-pemerintah (NGO) HAM, Iran Human Rights (IHR), yang berbasis di Oslo, pada Selasa lalu mengatakan setidaknya 448 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dalam protes nasional yang sedang berlangsung.
Kepala Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan pekan lalu bahwa 14.000 orang, termasuk anak-anak, telah ditangkap dalam penumpasan protes yang semakin besar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020