Iran Siap Hentikan Serangan jika AS Berhenti Menggempur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serangan Drone Iran ke Bahrain dan Kuwait. Foto: Dok. IRIB via AFP
zoom-in-whitePerbesar
Serangan Drone Iran ke Bahrain dan Kuwait. Foto: Dok. IRIB via AFP

Iran menyatakan siap menghentikan serangan terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutunya selama Washington juga menghentikan operasi militernya.

Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, Minggu (26/7), setelah AS menghentikan serangan udara selama dua hari berturut-turut usai 13 malam membombardir Iran.

"Posisi kami tetap 'serangan dibalas serangan'. Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu sudah disampaikan kepada Amerika Serikat," kata pejabat tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump sengaja menghentikan sementara serangan untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi.

"Dia memberi ruang bagi pembicaraan. Dia memberi sedikit kesempatan bagi diplomasi," ujar Waltz kepada Fox News.

Di balik keputusan itu, sejumlah pejabat militer AS disebut khawatir persediaan amunisi mulai menipis setelah dua pekan operasi intensif.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga disebut memperingatkan Trump bahwa melanjutkan operasi besar-besaran berisiko menguras stok persenjataan, termasuk rudal pencegat yang digunakan sistem pertahanan udara AS di Timur Tengah.

Meski demikian, pejabat senior Iran menegaskan Teheran masih meragukan keseriusan Washington.

"Ada lebih banyak keraguan daripada optimisme terhadap penghentian serangan ini. Pandangan yang dominan adalah jeda ini bersifat taktis, bukan tulus. Iran memiliki pengalaman pahit terhadap apa yang dianggap sebagai tipu daya Amerika Serikat," ujarnya.