Iran Siapkan Upacara 3 Hari untuk Khamenei Mulai Rabu Malam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menyalakan lilin di depan foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai mengikuti majelis tahlil di Islamic Cultural Center, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menyalakan lilin di depan foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai mengikuti majelis tahlil di Islamic Cultural Center, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Rakyat Iran akan memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, dalam sebuah upacara resmi di Teheran yang dimulai Rabu (4/3) malam waktu setempat.

Mengutip Reuters, informasi ini disampaikan pejabat senior Iran kepada media pemerintah.

Kepala Dewan Propagasi Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, mengatakan upacara perpisahan akan berlangsung selama tiga hari, sementara jadwal prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian.

Mahmoudi menyebut masyarakat dapat memberikan penghormatan langsung kepada jenazah Khamenei di Imam Khomeini Prayer Hall, Teheran, mulai pukul 22.00 waktu setempat atau Kamis (5/3) pukul 02.00 WIB.

“Musala akan menerima para pelayat dan rakyat yang terhormat dapat hadir serta ikut ambil bagian dalam upacara perpisahan dan sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,” ujarnya.

Warga membawa poster bergambar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah protes untuk mendukung Iran, setelah Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran dan menewaskan Khamenei pada hari Sabtu, di Sanaa, Yaman, (1/3). Foto: REUTERS/Khaled Abdullah

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei tewas pada Sabtu (28/2) dalam serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat. Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Selama 37 tahun, Khamenei dikenal memimpin Iran dengan garis keras, termasuk sikap permusuhan terbuka terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Kematiannya dalam serangan udara menandai babak baru dalam eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.