Iran Terancam Kekurangan Air Akibat Hantaman Gelombang Panas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria menuangkan air ke kepalanya dari botol untuk mendinginkan diri saat gelombang panas melanda Teheran pada 11 Juli 2023. Foto: ATTA KENARE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria menuangkan air ke kepalanya dari botol untuk mendinginkan diri saat gelombang panas melanda Teheran pada 11 Juli 2023. Foto: ATTA KENARE / AFP

Pemerintah Iran meminta warga membatasi konsumsi air. Perintah itu dilontarkan saat Iran menghadapi kekurangan air imbas dari gelombang panas.

Badan meteorologi Iran dalam laporannya menyebut, beberapa wilayah Iran pada pekan ini mengalami suhu panas ekstrem. Bahkan di sejumlah wilayah suhu menembus 50 derajat celsius.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, pada Minggu (20/7) menyebut karena gelombang panas, maka pada Rabu (22/7) Provinsi Teheran akan diberlakukan libur.

“Mengingat panas ekstrem berlanjut dan kebutuhan untuk menjaga air dan listrik, maka pada Rabu berlaku libur di Provinsi Teheran,” kata Mohajerani seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Pada Senin (21/7) ini badan meteorologi memprediksi gelombang panas di Teheran akan menyebabkan suhu setempat menyentuh 40 derajat celsius.

Ketua Dewan Kota Teheran, Mehdi Chmaran, juga meminta warga agar menghemat pemakaian air dan listrik. Permintaan disampaikan agar ke depannya masalah kekurangan energi dan air tak terwujud.

“Penggunaan air harus dikurangi setidaknya sampai 20 persen,” ujar perusahaan pengelola air di Teheran dalam pernyataan terpisah.

“Bendungan penyimpan cadangan air di Teheran kini berada di tingkat paling rendah dalam seabad ini,” sambung mereka.