Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Karena Israel Serang Lebanon

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: La Terase/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: La Terase/Shutterstock

Iran kembali menutup Selat Hormuz. Hal ini dipicu oleh serangan Israel ke Lebanon, pada Jumat (19/6) yang disebut Israel sebagai pelanggaran kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

"Sekaligus diumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup untuk segala pelayaran, ini adalah respons dari pelanggaran perjanjian damai, dan jika mereka terus menyerang langkah selanjutnya akan diambil sampai mereka memenuhi kesepakatan perjanjian," kata Komando Militer Pusat Khatam-al Anbiya, dilansir AFP, Sabtu (20/6).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan Israel ke negara tersebut sejak 2 Maret 2026 lalu telah mengakibatkan 4.057 orang tewas, termasuk 135 petugas kesehatan. Selain itu, 12.121 orang juga tewas akibat serangan itu.

Sementara pada serangan terakhir Jumat lalu, sebanyak 83 orang tewas dan 141 orang lainnya terluka. Kebanyakan dari mereka tewas di Selatan Lebanon.

Sebelumnya diberitakan, Irael tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan pasukannya di Lebanon selatan, menurut dua pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters, Kamis (18/6).

Pembicaraan itu berlangsung sehari setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya tidak berencana menarik pasukan dari wilayah yang telah dikuasai.