Irlandia Membara: Demonstran Anti-Imigran Bakar Mobil Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga merekam sebuah kendaraan polisi yang terbakar saat demonstrasi di luar sebuah hotel tempat para pencari suaka bergejolak di Saggart, barat daya Dublin, Irlandia, Selasa (21/10/2025). Foto: PETER MURPHY/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga merekam sebuah kendaraan polisi yang terbakar saat demonstrasi di luar sebuah hotel tempat para pencari suaka bergejolak di Saggart, barat daya Dublin, Irlandia, Selasa (21/10/2025). Foto: PETER MURPHY/AFP

Demonstran anti-imigran pecah di Dublin, Irlandia, pada Selasa (21/10) waktu setempat. Massa membakar mobil kepolisian dan menyerang aparat keamanan pada Selasa (21/10).

Tindak kekerasan pecah di dekat tempat pencari suaka. Kementerian Kehakiman Irlandia menyebut kekerasan itu terjadi setelah penangkapan seorang pemuda terduga pelaku penyerangan remaja putri di ibu kota Irlandia tersebut.

Kerusuhan itu juga terjadi selang dua tahun setelah kerusuhan besar di pusat Kota Dublin imbas penusukan tiga remaja putri di sana.

Media Irlandia, Irish Time, dalam laporan mengungkap ada lebih 500 orang terlibat dalam kerusuhan di sebelah barat Dublin sepanjang Selasa malam.

Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan aktivis anti-imigran membawa bendera Irlandia serta spanduk bertuliskan slogan provokatif. Mereka juga melempar sejumlah objek ke aparat keamanan.

Media-media Irlandia sudah mengkonfirmasi foto-foto dan video mengenai kerusuhan di Dublin yang menyebar di media sosial.

Menteri Kehakiman Irlandia Jim O’Callaghan menegaskan pelaku tindak kekerasan dalam kerusuhan sudah ditangkap.

“Pemanfaatan kejahatan sebagai senjata oleh orang-orang yang ingin menabur perbedaan pendapat di masyarakat kita bukanlah hal yang tidak terduga," kata O'Callaghan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

"Ini tidak dapat diterima dan akan mengakibatkan respons yang tegas,” sambung dia.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi lonjakan unjuk rasa dan gerakan menolak kehadiran imigran di Irlandia.

Meski demikian tidak ada anggota parlemen berideologi sayap kanan di Irlandia. Biasanya gerakan anti-imigran datang dari ideologi tersebut.