Ironi di Jabodetabek, PSBB Berlaku tapi Jalanan Macet dan Pasar Ramai

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Macet di Tebet. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Macet di Tebet. Foto: kumparan

Kawasan Jabodetabek memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini diharapkan untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah sehingga penularan virus corona menurun.

Namun hal itu berbanding terbalik yang terjadi di masyarakat. Memasuki ibadah puasa hari ke-23, masih terjadi kepadatan dan kemacetan di sejumlah ruas baik di Jakarta hingga Kota Depok, Jawa Barat.

Seorang warga menyeberang jalan di tengah keramaian lalu lintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kepadatan kendaraan terjadi utamanya menjelang berbuka puasa. Biasanya titik kepadatan karena keramaian masyarakat yang membeli makanan untuk buka puasa di pinggir jalan.

Sementara itu untuk pasar, keramaian terjadi di pagi hari. Di semua pasar tradisional di Jabodetabek, kondisinya padat.

X post embed

Seperti informasi dari laporan TMC Polda Metro Jaya, Minggu (17/5), berikut kepadatan yang biasa terjadi di sejumlah ruas jalan dan pasar di Jabodetabek:

Jakarta Timur, Gerbang Tol Pasar Rebo.

Jakarta Utara, Terminal Terminal Tanjung Priok, Jalan Kamal Tegal, Jalan Perintis

Jakarta Barat, Jalan Relasi

Depok, Pasar Citayam

Bogor, Kawasan Pasar Cibinong

Sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona masih diterapkan di DKI Jakarta.

X post embed

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan aktivitas selama PSBB mungkin saja dilonggarkan. Namun harus memenuhi syarat bahwa angka penularan terus menurun.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona