IRT di Serang Diteror: Dikirimi Pakaian Dalam, Anak Diancam Dibunuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terduga pelaku teror pakaian dalam berisi ajakan berhubungan badan dan ancaman pembunuhan di Serang, Banten. Foto: Dok. Zaenal Muttaqin
zoom-in-whitePerbesar
Terduga pelaku teror pakaian dalam berisi ajakan berhubungan badan dan ancaman pembunuhan di Serang, Banten. Foto: Dok. Zaenal Muttaqin

Seorang ibu rumah tangga di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2 Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, mendapat teror dari seseorang yang tidak dikenal. Ia dikirimi pakaian dalam berisi tulisan ajakan berhubungan badan hingga selebaran kertas yang memuat ancaman pembunuhan terhadap anaknya bila tidak memenuhi keinginan pelaku.

Suami korban, Zaenal Muttaqin, mengatakan peristiwa teror tersebut terjadi saat seorang pria tiba-tiba mendatangi rumahnya pada Kamis (25/6) lalu. Ketika itu, dirinya sedang bekerja dan hanya ada istri dan anaknya yang masih balita di rumah.

"Pertama kali itu waktu saya sudah berangkat kerja, di rumah ada istri dan anak saya. Sekitar jam 11.00 WIB, ada orang asing datang ke rumah, dikira istri saya mau bertanya, ternyata dia memaksa masuk rumah. Istri langsung takut dan mengunci rumah," ungkap Zaenal, Jumat (3/7).

Tak hanya itu, kata Zaenal, pelaku kembali mendatangi rumahnya di keesokan harinya dengan cara mengetuk pintu dan melambaikan tangan ke istrinya. Bahkan, pelaku nekat menunjukkan alat kelaminnya kepada istrinya.

"Besoknya datang lagi, ngetuk pintu, dadah-dadah ke istri saya. Terus orang itu langsung menunjukkan alat kelaminnya. Istri saya langsung ketakutan dan teriak minta tolong. Tapi si pelaku langsung kabur," ujarnya.

Resah dengan ulah pelaku, disampaikan Zaenal, dirinya pun langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada RT dan ketua pemuda setempat. Pengawasan dan penjagaan dilakukan di sekitar rumah korban.

Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock

Kata Zaenal, pelaku sempat tak menampakkan diri selama beberapa hari lantaran takut dengan keberadaan warga yang berjaga di sekitar rumahnya. Namun, saat dirasa kondisi aman dan warga membubarkan diri, pelaku kembali mendatangi rumahnya dengan mengirim pesan tak senonoh yang ditulis di kertas dan pakaian dalam wanita.

"Setelah beberapa hari, pelaku datang lagi. Saya kaget ada pesan teror, itu ditulis di kertas dan beberapa pakaian dalam perempuan, kayaknya hasil curian. Isi pesannya mengarah ke pelecehan seksual," imbuh Zaenal.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Ciruas Kompol Salahudin mengatakan, pihaknya sudah mendatangi kediaman korban untuk mengetahui kronologinya. Korban juga diminta untuk membuat laporan polisi.

"Ini kejadian pertama. Kami sudah datang ke kediamannya, sudah ngobrol sama suami dan istrinya, sama Pak Camat dan jajaran juga. Dan kami sudah arahkan untuk buat laporan agar bisa kami tindak lanjuti agar masyarakat tidak resah," kata Kompol Salahudin.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap orang asing yang tampak mencurigakan dengan melapor ke pihak RT atau RW setempat.

"Kalau menemukan seperti itu ya diwaspadai aja. Dan kalau tidak dikenal mending langsung lapor ke tetangga, ke RT dan RW juga untuk sama-sama diantisipasi. Nanti bisa lapor juga ke polsek setempat," tandasnya.